AS Desak Korut Fokus pada Kebutuhan Rakyatnya, Bukan Rudal
Selasa, 08 Februari 2022 - 11:31 WIB
Baca juga: Putin: Jika Ukraina Gabung NATO, Perang dengan Rusia!
DPRK adalah singkatan untuk nama resmi Korea Utara; Democratic People's Republic of Korea [Republik Rakyat Demokratik Korea].
Negara itu telah berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistiknya.
Pada bulan November, Rusia dan China menghidupkan kembali dorongan tahun 2019 untuk meringankan sanksi PBB terhadap Korea Utara dalam apa yang mereka gambarkan sebagai upaya untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.
Langkah itu mendapat sedikit dukungan atau keterlibatan di antara anggota dewan, sehingga China dan Rusia belum memberikan suara.
"Jika dewan memikirkan warga Korea biasa dan bukan hanya geopolitik, maka proposal ini memerlukan dukungan," kata Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy kepada dewan.
DPRK adalah singkatan untuk nama resmi Korea Utara; Democratic People's Republic of Korea [Republik Rakyat Demokratik Korea].
Negara itu telah berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistiknya.
Pada bulan November, Rusia dan China menghidupkan kembali dorongan tahun 2019 untuk meringankan sanksi PBB terhadap Korea Utara dalam apa yang mereka gambarkan sebagai upaya untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.
Langkah itu mendapat sedikit dukungan atau keterlibatan di antara anggota dewan, sehingga China dan Rusia belum memberikan suara.
"Jika dewan memikirkan warga Korea biasa dan bukan hanya geopolitik, maka proposal ini memerlukan dukungan," kata Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy kepada dewan.
Lihat Juga :