AS Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah, Melawan Iran?

Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:32 WIB
Lantaran operasi tempur melawan kelompok Islamic State atau ISIS dan Taliban telah berkurang—dalam kasus ISIS pada dasarnya sudah berakhir—pengerahan F-35 kemungkinan ditujukan untuk latihan, pencegahan serangan musuh, perlindungan pasukan, dan pengawalan kapal.

Laporan Angkatan Udara mengonfirmasi ruang lingkup misi F-35 ke Timur Tengah, yakni pertahanan udara, pengawalan maritim, pencegahan dan partisipasi dalam latihan multi-nasional.

Tet tempur F-35 sebelumnya telah menyerang Taliban selama debut tempurnya dan, menurut para pendukungnya, sangat cocok untuk dukungan udara dekat atau close air support (CAS). Angkatan Udara telah lama berniat menggunakan F-35 untuk misi CAS dan, dalam evaluasi Pentagon secara khusus menilai F-35 sehubungan dengan A-10 Warthog dipuji dan teruji dalam perang.

Beberapa pihak berpikir bahwa menggunakan F-35 mungkin terlalu berlebihan dalam hal CAS, atau berpotensi lebih rentan daripada A-10 terkena tembakan musuh dari darat. A-10 adalah platform tempur yang sudah teruji dan dianggap sangat berharga bagi dinas militer. Namun, banyak pengembang senior Angkatan Udara juga menilai keunggulan F-35 dalam hal misi CAS, menunjuk pada sensornya, sistem penargetan, meriam 25 milimeter dan kecepatan sebagai atribut yang berkontribusi pada kinerja tempur F-35. (Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS Kecelakaan Gara-gara Roda Pendaratan Tak Fungsi )

Sensor F-35 jarak jauh yang diaktifkan komputer dapat membantu pesawat untuk melihat dan menghancurkan target darat musuh dengan presisi dari ketinggian yang jauh lebih tinggi dan jarak yang jauh lebih jauh daripada A-10. Kecepatan F-35, bila dibandingkan dengan A-10, berpotensi membuatnya lebih mampu bermanuver, menghindari tembakan musuh, dan masuk ke posisi untuk menyerang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!