Rusia Tegaskan Ukraina Berubah Jadi Mainan di Tangan NATO dan AS

Kamis, 27 Januari 2022 - 18:01 WIB
"Saya tidak kecewa pada Zelensky. Dia tidak mengecewakan saya dengan cara apa pun. Saya percaya bahwa dia melakukan persis seperti yang dilakukan seseorang dengan tingkat pelatihannya, dengan tingkat kesesuaian profesionalnya untuk jabatan presiden Ukraina, seharusnya telah dilakukan. Dan, sayangnya baginya, mungkin, ini pada akhirnya mengarah pada kehancuran Ukraina sendiri," ujar Medvedev.

Baca juga: Jika Terjadi Perang, Ini Peta Kekuatan Militer Ukraina dan Rusia

Medvedev, bagaimanapun, berharap penurunan ketegangan di Ukraina mungkin terjadi di masa mendatang.

Medvedev percaya pada akhirnya, Ukraina akan bosan dengan ketegangan saat ini dan harus memilih kepemimpinan yang akan mengejar kebijakan yang ditujukan untuk hubungan ekonomi normal dengan Rusia, mencapai keseimbangan yang wajar dalam berbagai masalah, termasuk pengakuan Krimea sebagai bagian Rusia.

Ketika diminta menyebutkan nama politisi Ukraina yang akan berusaha menormalkan hubungan dengan Rusia, Medvedev menolak berkomentar tentang masalah tersebut, dengan mengatakan itu tidak benar dan tidak menjanjikan.

Dia juga mengingat pernyataan sebelumnya bahwa tidak masuk akal untuk bernegosiasi dengan kepemimpinan saat ini di Ukraina karena orientasinya yang anti-Rusia.

Sebagai contoh, dia mengutip undang-undang diskriminatif terhadap masyarakat adat Ukraina, serta kegagalan mengimplementasikan perjanjian Minsk tentang Donbass.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!