Inggris: Pasukan Khusus dan Mata-mata Rusia Sudah Berada di Ukraina

Kamis, 27 Januari 2022 - 15:01 WIB
"Setiap penyeberangan ke Ukraina, baik kecil atau besar, akan dipandang sebagai pelanggaran kedaulatan itu, melawan hukum internasional dan invasi," kata Wallace.

"Anda tidak bisa 'setengah hamil', Anda sedang menginvasi suatu negara atau tidak," imbuh dia.

Pada hari Selasa, Johnson memperingatkan Inggris dapat mengerahkan pasukan untuk melindungi sekutu NATO di Eropa jika Rusia menyerang, dengan mengatakan bahwa Vladimir Putin menghadapi perlawanan Ukraina yang "ganas".

PM Inggris itu juga mengatakan sekutunya siap untuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat terhadap Rusia di tengah kekhawatiran akan pertumpahan darah yang sebanding dengan perang pertama di Chechnya atau Bosnia.

Johnson mengatakan kepada House of Commons: “Jika Rusia menempuh jalan ini, banyak putra ibu Rusia tidak akan pulang."

“Tanggapan di komunitas internasional akan sama dan rasa sakit yang akan ditimbulkan pada ekonomi Rusia akan sama," imbuh dia.

Rusia sudah berkali-kali menyangkal memiliki rencana untuk menginvasi Ukraina. Mereka menegaskan bahwa pengerahan ratusan ribu tentaranya di perbatasan dengan Ukraina adalah sah karena berada di tanah Rusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!