Aturan Pandemi Terlalu Ketat, AS Pertimbangkan Izinkan Diplomat Tinggalkan China

Rabu, 26 Januari 2022 - 21:19 WIB
Aturan itu mencakup kemungkinan masuk paksa ke klinik demam COVID-19 dan pemisahan dari anak-anak. Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, bahwa status operasi di kedutaan dan konsulatnya di China tidak berubah.

Baca: Takut Keduluan China, AS Terus Cari Jet Tempur yang Jatuh di Laut

"Setiap perubahan dalam status operasi seperti ini hanya akan didasarkan pada kesehatan, keselamatan, dan keamanan rekan-rekan kami dan anggota keluarga mereka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Seorang sumber mengatakan, Kedutaan Besar AS melakukan survei internal yang menunjukkan bahwa sebanyak 25 persen staf diplomatik AS dan anggota keluarga akan memilih untuk meninggalkan China sesegera mungkin.

“Karantina rumah untuk diplomat harus menjadi persyaratan dasar, dan masuk ke klinik dan rumah sakit demam China harus bersifat sukarela,” kata sumber tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah AS seharusnya memberlakukan tindakan pembalasan untuk persyaratan tersebut, tetapi gagal melakukannya.

Baca: Serbuan China ke ADIZ Taiwan Gila-gilaan, Sehari 39 Pesawat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!