Uni Eropa Ancam Rusia dengan Sanksi Ekonomi Dahsyat Jika Serang Ukraina
Jum'at, 21 Januari 2022 - 06:31 WIB
Ilustrasi
BERLIN - Uni Eropa mengancam sanksi ekonomi "besar-besaran" jika Moskow menyerang Ukraina . Eropa dan Amerika Serikat (AS) memiliki kekhawatiran besar soal penempatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengumpulkan sekutu pada Kamis (20/1/2022), menjelang pembicaraan krisis terakhir dengan Rusia yang bertujuan mencegah perang. Blinken mengunjungi Kiev pada hari Rabu dan bertemu dengan menteri Jerman, Prancis, dan Inggris pada hari Kamis di Berlin.
Baca: Ukraina: Invasi Rusia Akan Menghancurkan Eropa
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang mengepalai eksekutif Uni Eropa, mengatakan, Eropa akan menanggapi serangan baru "dengan sanksi ekonomi dan keuangan besar-besaran.
“Komunitas transatlantik berdiri teguh dalam hal ini. Kami tidak menerima upaya Rusia untuk membagi Eropa menjadi wilayah pengaruh. Jika serangan terjadi, kami siap (dengan sanksi)," tegas Ursula, seperti dikutip dari Reuters.
Putaran sanksi ekonomi yang berulang sejak 2014 berdampak kecil pada kebijakan Rusia, dengan Moskow, pemasok energi utama Eropa, menghitung bahwa Barat akan menghentikan langkah-langkah yang cukup serius untuk mengganggu ekspor gas.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengumpulkan sekutu pada Kamis (20/1/2022), menjelang pembicaraan krisis terakhir dengan Rusia yang bertujuan mencegah perang. Blinken mengunjungi Kiev pada hari Rabu dan bertemu dengan menteri Jerman, Prancis, dan Inggris pada hari Kamis di Berlin.
Baca: Ukraina: Invasi Rusia Akan Menghancurkan Eropa
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang mengepalai eksekutif Uni Eropa, mengatakan, Eropa akan menanggapi serangan baru "dengan sanksi ekonomi dan keuangan besar-besaran.
“Komunitas transatlantik berdiri teguh dalam hal ini. Kami tidak menerima upaya Rusia untuk membagi Eropa menjadi wilayah pengaruh. Jika serangan terjadi, kami siap (dengan sanksi)," tegas Ursula, seperti dikutip dari Reuters.
Putaran sanksi ekonomi yang berulang sejak 2014 berdampak kecil pada kebijakan Rusia, dengan Moskow, pemasok energi utama Eropa, menghitung bahwa Barat akan menghentikan langkah-langkah yang cukup serius untuk mengganggu ekspor gas.
Lihat Juga :