Inggris Tangkap 2 Pria Terkait Penyanderaan di Sinagoga AS

Kamis, 20 Januari 2022 - 19:11 WIB
Akram telah berpisah dari istrinya selama dua tahun dan memiliki lima anak, menurut kepala polisi.

Setelah tiba di AS bulan lalu melalui penerbangan dari London ke New York, Akram tinggal di tempat penampungan tunawisma di berbagai titik dan mungkin menggambarkan dirinya sebagai tunawisma untuk mendapatkan akses ke sinagoga Texas selama kebaktian Shabbat, kata berbagai sumber penegakan hukum kepada ABC News.

Presiden AS Joe Biden, yang menyebut insiden penyanderaan itu sebagai "tindakan teror," mengatakan kepada wartawan bahwa penyelidik mencurigai Akram membeli senjata di jalan.

Sementara Akram diduga mengklaim dia memiliki bom, menurut Biden, penyelidik tidak menemukan bukti bahwa dia memiliki bahan peledak.

Baca juga: Penyandera di Sinagoga Texas Tuntut Pembebasan Lady Al-Qaeda

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!