Balas Dendam ke Militer, Gerombolan Bandit Bantai 200 Penduduk Desa
Minggu, 09 Januari 2022 - 09:55 WIB
Gerombolan bandit bantai 200 penduduk desa di Nigeria. Foto/Ilustrasi
LAGOS - Sedikitnya 200 orang diyakini telah tewas di desa-desa di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut selama serangan pembalasan mematikan oleh bandit bersenjata.
Warga kembali ke desa-desa pada hari Sabtu setelah militer menyelenggarakan pemakaman massal. Pemerintah negara bagian mengatakan 58 orang tewas dalam serangan itu.
Ummaru Makeri, seorang warga yang kehilangan istri dan tiga anaknya dalam serangan itu, mengatakan sekitar 154 orang telah dikuburkan, termasuk beberapa warga. Warga mengatakan total korban tewas setidaknya 200 orang.
“Kami mengubur total 143 orang yang terbunuh oleh bandit dalam serangan itu,” kata Balarabe Alhaji, seorang tokoh masyarakat di salah satu desa yang terkena dampak serangan, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (9/1/2022).
Babandi Hamidu, seorang penduduk desa Kurfa Danya, mengatakan para bandit menembaki "siapa pun yang terlihat".
“Lebih dari 140 orang terkubur di 10 desa dan pencarian lebih banyak jenazah sedang berlangsung karena banyak orang yang belum ditemukan,” ujar Hamidu.
Warga kembali ke desa-desa pada hari Sabtu setelah militer menyelenggarakan pemakaman massal. Pemerintah negara bagian mengatakan 58 orang tewas dalam serangan itu.
Ummaru Makeri, seorang warga yang kehilangan istri dan tiga anaknya dalam serangan itu, mengatakan sekitar 154 orang telah dikuburkan, termasuk beberapa warga. Warga mengatakan total korban tewas setidaknya 200 orang.
“Kami mengubur total 143 orang yang terbunuh oleh bandit dalam serangan itu,” kata Balarabe Alhaji, seorang tokoh masyarakat di salah satu desa yang terkena dampak serangan, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (9/1/2022).
Babandi Hamidu, seorang penduduk desa Kurfa Danya, mengatakan para bandit menembaki "siapa pun yang terlihat".
“Lebih dari 140 orang terkubur di 10 desa dan pencarian lebih banyak jenazah sedang berlangsung karena banyak orang yang belum ditemukan,” ujar Hamidu.
Lihat Juga :