Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tinggal di Vila Bintang Tujuh Riyadh
Jum'at, 31 Desember 2021 - 02:18 WIB
Sampai sekarang, hanya sedikit yang terungkap terkait keberadaan pemain utama dalam rencana pembunuhan Khashoggi. Namun kehadiran nyata mereka di kompleks intelijen modern yang dilengkapi dengan baik, di mana mereka menikmati kebebasan bergerak, sangat bertentangan dengan jaminan oleh pengadilan kerajaan Arab Saudi bahwa para pelaku menghadapi hukuman berat.
Pengungkapan itu muncul ketika misteri terus menyelimuti identitas seorang pria yang ditangkap oleh polisi Prancis bulan ini, yang awalnya diidentifikasi sebagai anggota tim sekunder pembunuh Khashoggi.
Khaled Aedh al-Otaibi ditangkap di bandara Charles de Gaulle pada 7 Desember lalu atas dasar surat perintah yang dikeluarkan oleh Turki.
Polisi kemudian mengatakan penangkapan itu merupakan kasus kesalahan identitas. Namun, pejabat Turki diyakini percaya bahwa Prancis mungkin telah menangkap orang yang tepat dan membebaskannya karena alasan politik.
Baca juga: Prancis Bebaskan Pria Arab Saudi yang Dikira Tersangka Pembunuhan Khashoggi
Sebuah sumber mengkonfirmasi kepada The Guardian bahwa pejabat Turki telah memberi sinyal terkait kekhawatiran mereka, mengklaim bahwa data yang mereka berikan kepada Interpol cocok dengan apa yang awalnya dikirim oleh polisi Prancis kepada mereka.
Pengungkapan itu muncul ketika misteri terus menyelimuti identitas seorang pria yang ditangkap oleh polisi Prancis bulan ini, yang awalnya diidentifikasi sebagai anggota tim sekunder pembunuh Khashoggi.
Khaled Aedh al-Otaibi ditangkap di bandara Charles de Gaulle pada 7 Desember lalu atas dasar surat perintah yang dikeluarkan oleh Turki.
Polisi kemudian mengatakan penangkapan itu merupakan kasus kesalahan identitas. Namun, pejabat Turki diyakini percaya bahwa Prancis mungkin telah menangkap orang yang tepat dan membebaskannya karena alasan politik.
Baca juga: Prancis Bebaskan Pria Arab Saudi yang Dikira Tersangka Pembunuhan Khashoggi
Sebuah sumber mengkonfirmasi kepada The Guardian bahwa pejabat Turki telah memberi sinyal terkait kekhawatiran mereka, mengklaim bahwa data yang mereka berikan kepada Interpol cocok dengan apa yang awalnya dikirim oleh polisi Prancis kepada mereka.
(ian)
Lihat Juga :