7 Terobosan Industri Pertahanan Utama Turki Sepanjang 2021

Jum'at, 31 Desember 2021 - 00:03 WIB
Itu melengkapi inisiatif sebelumnya dari Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk mengembangkan jet tempur siluman generasi berikutnya yang dimulai pada 2019.

TAI juga mengumumkan 10.000 insinyur akan ditambahkan ke proyek, meskipun hanya 6.000 insinyur yang dibutuhkan untuk penyelesaiannya.

2021 juga merupakan tahun TAI mengumumkan dukungan udara jarak dekat Turki, pesawat tempur Hurkus-C siap diekspor.

TAI menawarkan daya tarik yang signifikan bagi negara-negara yang ingin meningkatkan dukungan udara untuk operasi darat.

6. Pengakuan Internasional

Sebagai cerminan dari meningkatnya kepercayaan pada keahlian teknik pertahanan drone, rudal, dan elektro-optik Turki, tahun 2021 melihat sejumlah penjualan besar.



Polandia menjadi negara NATO dan Uni Eropa pertama yang membeli drone tempur Turki.

Pengadaan besar lainnya termasuk pesanan Indonesia untuk desain tank tempur bersama Turki-Indonesia.

Pejabat Kirgistan juga baru-baru ini mengumumkan keputusan membeli drone Turki, bergabung dengan negara-negara seperti Ukraina, Azerbaijan, Maroko, Irak, Niger, Qatar, dan Turkmenistan.

Sekitar 9 negara lain telah menunjukkan minat untuk membeli drone Turkiye.

7. Tanah Air Biru

Sesuai doktrin angkatan laut “Tanah Air Biru” yang awalnya dikembangkan pada 2006, Turki terus mengembangkan kapasitas angkatan lautnya sepanjang tahun 2021 untuk memastikan perdagangan dan pertahanan republik di Laut Mediterania dan Aegea tetap aman.



Terobosan besar termasuk pengujian rudal anti-kapal yang diproduksi secara lokal di Laut Hitam dengan jangkauan lebih dari 200 kilometer.

Tahun ini, Turki juga mengumumkan enam dari kapal selam barunya akan mulai beroperasi pada 2022.

Sebelumnya, Turki meluncurkan fregat asli pertamanya dan berkomitmen mengembangkan kapal induk nasional.

Ini mengikuti produksi Turki dari empat kapal perang kelas korvet asli yang dikirim ke Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Itu artinya, Turki berada di antara sejumlah kekuatan global terpilih yang mampu memproduksi kapal perang angkatan laut.

2021 juga merupakan tahun Turki mengumumkan produksi tiga fregat lagi, menugaskan kapal intelijen angkatan laut TCG Ufuk, meluncurkan kapal permukaan tak berawak bersenjata (USV), dan mengkonfirmasi penyelesaian meriam angkatan laut 76 mm baru yang akan masuk inventaris angkatan laut pada 2022.

Akhirnya, angkatan laut Turki juga menugaskan dua pesawat patroli maritim yang baru saja selesai bergabung dengan 17 drone tempur angkatan laut, dan tiga pesawat patroli maritim modern ATR-72 baru yang selesai pada 2021.

Secara keseluruhan, 2021 adalah tahun yang luar biasa bagi industri dan ekonomi pertahanan Turki.

2021 menjadikan Turki memperoleh pengakuan internasional sebagai kekuatan teknologi dan produsen pertahanan yang dapat bersaing di posisi puncak internasional.

2022 akan melihat banyak inisiatif pertahanan jangka panjang membuahkan hasil, karena Turki berlomba memenuhi swasembada pertahanan sebelum seratus tahun kemerdekaan republik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!