Militer Kongo Baku Tembak dengan Pasukan Pemberontak, 50 Tewas

Selasa, 28 Desember 2021 - 02:06 WIB
Koperasi untuk Pembangunan Kongo (CODECO) adalah sekte militer-agama yang mengklaim mewakili kelompok etnis Lendu, yang memiliki perseteruan bersejarah dengan komunitas Hema. Pertempuran antara kedua kelompok berkobar antara 1999 dan 2003, merenggut puluhan ribu nyawa sebelum dipadamkan oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Eropa, Artemis.

Baca: KKB Tembak Mati Ulama Ternama saat Salat di Masjid Kongo

Kekerasan kemudian berlanjut pada tahun 2017, disalahkan pada munculnya CODECO. Sejak Oktober, CODECO telah meningkatkan serangan di daerah Djugu, yang berbatasan dengan Danau Albert dan Uganda yang terletak di sebelah timur.

Pada hari Sabtu, serangan bunuh diri di tempat hiburan malam yang ramai di Beni, di provinsi tetangga Kivu Utara, merenggut tujuh nyawa. Kivu Utara adalah pusat serangan ADF yang, menurut Gereja Katolik, telah merenggut sekitar 6.000 kematian sejak 2013. Kelompok itu juga disalahkan atas serangkaian serangan di tanah Uganda tahun ini.

Pada tanggal 30 November, DRC dan Uganda meluncurkan operasi gabungan melawan ADF. ADF secara historis merupakan koalisi pemberontak Uganda yang memantapkan dirinya di DRC timur pada tahun 1995, menjadi yang paling mematikan dari sejumlah pasukan terlarang di wilayah yang bermasalah itu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!