Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
Selasa, 21 Desember 2021 - 12:01 WIB
Tokoh konservatif berusia 43 tahun itu dengan cepat menambahkan dia "100% baik-baik saja" dengan para penerbang transgender dan wanita yang ditunjuk selama mereka "adalah pilot terbaik."
Baca juga: Jika NATO Kerahkan Senjata Serang, Rusia Ancam Reaksi Seimbang
Namun, dia menuduh itu bukan "fokus" Angkatan Udara. “Promosi pilot transgender bukan tentang menemukan yang terbaik," ujar dia.
Pernyataan Trump Jr tampaknya merujuk pada pedoman baru yang dikeluarkan Angkatan Udara AS pada akhir April, yang menetapkan untuk memastikan, “Semua anggota layanan dan pelamar untuk aksesi harus diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, dan diberikan kesempatan yang sama dalam lingkungan yang bebas dari diskriminasi yang dilarang.”
Pedoman yang diperbarui mengamanatkan bahwa, “Tidak seorang pun dapat ditolak masuk atau melanjutkan layanan di Angkatan Udara atau Angkatan Luar Angkasa karena identitas gender mereka.”
Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa merintis jalan dalam merevisi kebijakan mereka menyusul keputusan Presiden Joe Biden untuk mencabut larangan yang telah diberlakukan pendahulunya, Donald Trump, yang telah melarang anggota lembaga itu melakukan perubahan gender.
Di bawah aturan baru, perubahan gender anggota militer dimulai setelah mereka didiagnosis dengan disforia gender, yang didefinisikan American Psychiatric Association sebagai, "Tekanan psikologis akibat jenis kelamin biologis individu yang bertentangan dengan identitas mereka."
Baca juga: Jika NATO Kerahkan Senjata Serang, Rusia Ancam Reaksi Seimbang
Namun, dia menuduh itu bukan "fokus" Angkatan Udara. “Promosi pilot transgender bukan tentang menemukan yang terbaik," ujar dia.
Pernyataan Trump Jr tampaknya merujuk pada pedoman baru yang dikeluarkan Angkatan Udara AS pada akhir April, yang menetapkan untuk memastikan, “Semua anggota layanan dan pelamar untuk aksesi harus diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, dan diberikan kesempatan yang sama dalam lingkungan yang bebas dari diskriminasi yang dilarang.”
Pedoman yang diperbarui mengamanatkan bahwa, “Tidak seorang pun dapat ditolak masuk atau melanjutkan layanan di Angkatan Udara atau Angkatan Luar Angkasa karena identitas gender mereka.”
Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa merintis jalan dalam merevisi kebijakan mereka menyusul keputusan Presiden Joe Biden untuk mencabut larangan yang telah diberlakukan pendahulunya, Donald Trump, yang telah melarang anggota lembaga itu melakukan perubahan gender.
Di bawah aturan baru, perubahan gender anggota militer dimulai setelah mereka didiagnosis dengan disforia gender, yang didefinisikan American Psychiatric Association sebagai, "Tekanan psikologis akibat jenis kelamin biologis individu yang bertentangan dengan identitas mereka."
Lihat Juga :