China: AS Harus Tanggung Jawab atas Kejahatan Perangnya di Seluruh Dunia
Minggu, 19 Desember 2021 - 00:33 WIB
Seorang mantan perwira intelijen militer AS yang menyaksikan serangan itu dijatuhi hukuman 45 bulan penjara karena mengungkapkan informasi yang relevan kepada media.
Wang mengatakan bahwa situasi ini adalah ironi besar dari apa yang disebut "demokrasi", "hak asasi manusia", dan "aturan hukum" yang diadvokasi oleh Amerika Serikat.
Wang mencatat bahwa personel militer AS yang melakukan kejahatan perang di Afghanistan, Irak, Suriah, dan di tempat lain kebal dari penuntutan, sementara Julian Assange, penerbit WikiLeaks yang mengungkap kejahatan tersebut, dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
"Warga-warga Afghanistan yang tidak bersalah yang tewas dalam proyek pesawat tak berawak AS tidur di bawah tanah selamanya dengan keluarga mereka menderita kehilangan, sementara para pelaku tidak akan dihukum," kata Wang.
Baca juga: China dan Rusia Isyaratkan Bersatu Melawan Barat
Wang mengatakan bahwa situasi ini adalah ironi besar dari apa yang disebut "demokrasi", "hak asasi manusia", dan "aturan hukum" yang diadvokasi oleh Amerika Serikat.
Wang mencatat bahwa personel militer AS yang melakukan kejahatan perang di Afghanistan, Irak, Suriah, dan di tempat lain kebal dari penuntutan, sementara Julian Assange, penerbit WikiLeaks yang mengungkap kejahatan tersebut, dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
"Warga-warga Afghanistan yang tidak bersalah yang tewas dalam proyek pesawat tak berawak AS tidur di bawah tanah selamanya dengan keluarga mereka menderita kehilangan, sementara para pelaku tidak akan dihukum," kata Wang.
Baca juga: China dan Rusia Isyaratkan Bersatu Melawan Barat
Lihat Juga :