Media Partai Komunis: China Makmur, AS Frustrasi dan Kesal
Rabu, 08 Desember 2021 - 01:33 WIB
“Di bawah sistem demokrasi Amerika, politisi AS adalah agen kelompok kepentingan, dan tidak mewakili kepentingan pemilih mayoritas atau kepentingan nasional,” kata Tian Peiyan, wakil direktur Kantor Penelitian Kebijakan Pemerintah China.
“Ini bukan demokrasi yang sebenarnya. Orang China tidak suka dan tidak menginginkan demokrasi seperti itu,” katanya.
Baca juga: Belum Ditugaskan, Kapal Perang Terbaru Iran Malah Terguling
The Global Times melangkah lebih jauh dalam menyerang Washington.
“Washington sedang terburu-buru untuk menyelenggarakan pertemuan puncak yang mengecualikan China dan Rusia untuk membuktikan posisinya sebagai negara nomor satu di dunia dan untuk merasakan kejayaan karena mampu mengumpulkan banyak orang atas seruannya,” lanjut editorial itu.
“KTT ini tidak akan memberikan kontribusi apa pun pada persaingan AS dengan China dan Rusia, juga tidak akan mendorong pertumbuhan pesat diplomasi berbasis ideologi di panggung global," imbuh editorial The Global Times.
“Itu karena pembangunan ekonomi dan sosial serta kesejahteraan masyarakat adalah beberapa kepentingan nasional yang paling diprioritaskan dari sebagian besar anggota masyarakat internasional."
“Tidak ada negara lain yang akan sangat terobsesi dengan betapa 'sepikiran' dengan negara lain dalam hal nilai dan menyerahkan kepentingan aktual untuk mencapai pembangunan ekonomi, apalagi mengambil risiko dengan cara yang tidak masuk akal," imbuh media tersebut.
Media partai itu membanggakan China yang lebih bersahaja.
“Ini bukan demokrasi yang sebenarnya. Orang China tidak suka dan tidak menginginkan demokrasi seperti itu,” katanya.
Baca juga: Belum Ditugaskan, Kapal Perang Terbaru Iran Malah Terguling
The Global Times melangkah lebih jauh dalam menyerang Washington.
“Washington sedang terburu-buru untuk menyelenggarakan pertemuan puncak yang mengecualikan China dan Rusia untuk membuktikan posisinya sebagai negara nomor satu di dunia dan untuk merasakan kejayaan karena mampu mengumpulkan banyak orang atas seruannya,” lanjut editorial itu.
“KTT ini tidak akan memberikan kontribusi apa pun pada persaingan AS dengan China dan Rusia, juga tidak akan mendorong pertumbuhan pesat diplomasi berbasis ideologi di panggung global," imbuh editorial The Global Times.
“Itu karena pembangunan ekonomi dan sosial serta kesejahteraan masyarakat adalah beberapa kepentingan nasional yang paling diprioritaskan dari sebagian besar anggota masyarakat internasional."
“Tidak ada negara lain yang akan sangat terobsesi dengan betapa 'sepikiran' dengan negara lain dalam hal nilai dan menyerahkan kepentingan aktual untuk mencapai pembangunan ekonomi, apalagi mengambil risiko dengan cara yang tidak masuk akal," imbuh media tersebut.
Media partai itu membanggakan China yang lebih bersahaja.
Lihat Juga :