Kuwait Larang Masuk Kapal yang Bawa Barang ke dan dari Israel
Senin, 06 Desember 2021 - 14:23 WIB
Kuwait mempertahankan sikap yang konsisten dalam menentang normalisasi hubungan dengan Israel.
Tahun lalu setelah Perjanjian Abraham ditandatangani antara Israel dan negara-negara Teluk; Uni Emirat Arab dan Bahrain, 37 anggota Parlemen Kuwait mendesak pemerintah mereka untuk mengutuk langkah tersebut.
Kemarin, Hisham Qasim, juru bicara Hamas di Gaza menyambut baik undang-undang baru Kuwait."Yang merupakan penerapan kebijakan Kuwait yang berusaha mendukung Palestina dan tujuannya yang adil," katanya dalam sebuah pernyataan.
Dia juga meminta negara-negara lain untuk mengikuti pendekatan yang sama seperti Kuwait dengan membatasi perdagangan Israel dan lalu lintas maritimnya.
Tahun lalu setelah Perjanjian Abraham ditandatangani antara Israel dan negara-negara Teluk; Uni Emirat Arab dan Bahrain, 37 anggota Parlemen Kuwait mendesak pemerintah mereka untuk mengutuk langkah tersebut.
Kemarin, Hisham Qasim, juru bicara Hamas di Gaza menyambut baik undang-undang baru Kuwait."Yang merupakan penerapan kebijakan Kuwait yang berusaha mendukung Palestina dan tujuannya yang adil," katanya dalam sebuah pernyataan.
Dia juga meminta negara-negara lain untuk mengikuti pendekatan yang sama seperti Kuwait dengan membatasi perdagangan Israel dan lalu lintas maritimnya.
(min)
Lihat Juga :