Licik, Mossad Tipu Para Ilmuwan Iran untuk Bantu Ledakkan Fasilitas Nuklir

Sabtu, 04 Desember 2021 - 02:01 WIB
Penghancuran pabrik pada 11 April, menurut Jewish Chronicle, “Menyebabkan kekacauan di eselon tertinggi kepemimpinan Iran, menunda kemajuan menuju bom dan melumpuhkan kompleks nuklir hingga sembilan bulan.”

Surat kabar tersebut mengklaim ini adalah, “Salah satu dari tiga operasi Mossad terkait yang terjadi selama periode sabotase 11 bulan di Iran."

“Yang pertama terjadi pada Juli 2020 dan menargetkan kompleks Natanz dan yang ketiga pada Juni 2021 melibatkan serangan quadcopter terhadap Perusahaan Teknologi Sentrifugal Iran,” papar laporan itu.

“Tiga operasi itu direncanakan bersama selama periode 18 bulan oleh tim yang terdiri dari 1.000 teknisi, analis dan mata-mata, serta sejumlah agen di lapangan,” tulis artikel tersebut.

Laporan itu muncul sehari setelah Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett dalam percakapannya dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyerukan "penghentian segera negosiasi" dengan Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Dia mengklaim Teheran menggunakan "pemerasan nuklir" sebagai taktik negosiasi. Iran secara konsisten membantah memiliki ambisi senjata nuklir. Teheran bersikeras pengayaan uraniumnya murni untuk tujuan sipil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!