Biden Tak Undang Rusia dan China ke KTT Demokrasi, Kremlin: AS Memecah Belah
Rabu, 24 November 2021 - 21:55 WIB
Sementara Kremlin langsung menyatakan bahwa pihaknya menentang KTT demokrasi "membelah" Biden, setelah Rusia tidak muncul dalam daftar undangan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan daftar tamu yang dirilis Selasa di situs Departemen Luar Negeri AS, menunjukkan bahwa Washington "lebih suka membuat garis pemisah baru, untuk membagi negara menjadi negara-negara yang - menurut mereka - baik, dan yang buruk."
"Semakin banyak negara lebih memilih untuk memutuskan sendiri bagaimana hidup," kata Peskov kepada wartawan. “Washington sedang mencoba untuk memprivatisasi istilah 'demokrasi'," lanjutnya, seperti dikutip dari The Moscow Times, Rabu (24/11/2021).
Baca: Jenderal Amerika: AS Tertinggal dari China dan Rusia soal Rudal Hipersonik
AS memang tak mengundang Rusia, namun sejumlah negara pecahan Uni Soviet justru masuk dalam undangan, termasuk Ukraina, Moldova, Armenia, dan Georgia, serta tiga negara Baltik yang sekarang menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.
Penghinaan pada Rusia ini datang di tengah ketegangan di berbagai bidang antara dua kekuatan nuklir, dengan Washington menyalahkan Moskow atas gelombang serangan siber, pengusiran diplomat, dan campur tangan pemilu. Moskow pada gilirannya melabeli AS sebagai "negara yang tidak bersahabat" musim semi ini, sebuah langkah yang menurut Washington memaksanya untuk menghentikan semua layanan konsuler di Rusia.
"Semakin banyak negara lebih memilih untuk memutuskan sendiri bagaimana hidup," kata Peskov kepada wartawan. “Washington sedang mencoba untuk memprivatisasi istilah 'demokrasi'," lanjutnya, seperti dikutip dari The Moscow Times, Rabu (24/11/2021).
Baca: Jenderal Amerika: AS Tertinggal dari China dan Rusia soal Rudal Hipersonik
AS memang tak mengundang Rusia, namun sejumlah negara pecahan Uni Soviet justru masuk dalam undangan, termasuk Ukraina, Moldova, Armenia, dan Georgia, serta tiga negara Baltik yang sekarang menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.
Penghinaan pada Rusia ini datang di tengah ketegangan di berbagai bidang antara dua kekuatan nuklir, dengan Washington menyalahkan Moskow atas gelombang serangan siber, pengusiran diplomat, dan campur tangan pemilu. Moskow pada gilirannya melabeli AS sebagai "negara yang tidak bersahabat" musim semi ini, sebuah langkah yang menurut Washington memaksanya untuk menghentikan semua layanan konsuler di Rusia.
(esn)
Lihat Juga :