Trump Dikalahkan Biden dalam Polling Pilpres AS 2020
Sabtu, 06 Juni 2020 - 04:53 WIB
Ketika jajak pendapat bermunculan, Presiden Trump langsung mengadakan dua pertemuan besar terkait kampanyenya di Oval Office Gedung Putih pada hari Kamis. Mereka yang hadir pada pertemuan pertama adalah manajer kampanye Brad Parscale, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, Ketua Komite Nasional Republik (RNC) Ronna McDaniel, dan jajak pendapat kampanye Tony Fabrizio.
Pertemuan kedua, di Cabinet Room, berlangsung selama lebih dari satu jam dan mencakup seluruh staf komunikasi senior dari tim kampanye dan RNC.
Dua pejabat tim kampanye Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dua pertemuan itu telah sesuai jadwal sejak awal pekan, dan melaporkan bahwa mereka dipanggil karena presiden sedang kesal atas apa yang dia sebut data "tidak akurat."
Para pejabat menggambarkan Trump sedang "semangat tinggi", dan keluar masuk ruangan dengan suasana hati yang baik. Saat dia berdiri untuk meninggalkan pertemuan kedua, dia mengepalkan tinjunya dan menyatakan, "Kami akan menang."
Topik yang paling memakan waktu adalah komentar terbaru Joe Biden, di mana ia menyarankan agar pemilih kulit hitam yang mendukung Trump "jangan berkulit hitam". Namun, Biden menyesali komentarnya tersebut karena bernuanasa rasial.
Pertemuan kedua, di Cabinet Room, berlangsung selama lebih dari satu jam dan mencakup seluruh staf komunikasi senior dari tim kampanye dan RNC.
Dua pejabat tim kampanye Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dua pertemuan itu telah sesuai jadwal sejak awal pekan, dan melaporkan bahwa mereka dipanggil karena presiden sedang kesal atas apa yang dia sebut data "tidak akurat."
Para pejabat menggambarkan Trump sedang "semangat tinggi", dan keluar masuk ruangan dengan suasana hati yang baik. Saat dia berdiri untuk meninggalkan pertemuan kedua, dia mengepalkan tinjunya dan menyatakan, "Kami akan menang."
Topik yang paling memakan waktu adalah komentar terbaru Joe Biden, di mana ia menyarankan agar pemilih kulit hitam yang mendukung Trump "jangan berkulit hitam". Namun, Biden menyesali komentarnya tersebut karena bernuanasa rasial.
Lihat Juga :