Lagi, Rezim Erdogan Tangkap Massal Pendukung Ulama Fethullah Gulen
Kamis, 04 Juni 2020 - 23:23 WIB
Ulama Turki Fethullah Gulen yang dituduh pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan mendalangi upaya kudeta 2016. Foto/REUTERS/Charles Mostoller
ANKARA - Rezim pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan di Turki kembali melakukan penangkapan dan penahanan massal terhadap para pendukung ulama Fethullah Gulen . Media setempat melaporkan penangkapan hampir terjadi saban hari.
Fethullah Gülen adalah ulama yang dituduh mengatur upaya kudeta 2016, meskipun tuduhan itu telah berkali-kali dia bantah. Dia sudah bertahun-tahun tinggal di pengasingan di Amerika Serikat.
Kantor berita Turkisminute, mengutip Anadolu yang dikelola pemerintah, melaporkan Kepala Kantor Kejaksaan Umum Istanbul pada Selasa (2/6/2020) mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 118 orang atas dugaan memiliki hubungan dengan gerakan Gulen. Sebagian besar dari mereka adalah anggota pasukan militer dan keamanan Turki.
Kantor kejaksaan mengatakan telah mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 42 anggota militer dan gendarmerie menyusul adanya pernyataan yang dibuat oleh orang-orang yang sebelumnya ditahan dan juga analisis panggilan telepon berbayar. Di antara mereka ada 24 petugas yang bertugas aktif. (Baca: Muncul Isu Kudeta, Pendukung Erdogan Ancam Bunuh Tokoh Oposisi Turki )
Fethullah Gülen adalah ulama yang dituduh mengatur upaya kudeta 2016, meskipun tuduhan itu telah berkali-kali dia bantah. Dia sudah bertahun-tahun tinggal di pengasingan di Amerika Serikat.
Kantor berita Turkisminute, mengutip Anadolu yang dikelola pemerintah, melaporkan Kepala Kantor Kejaksaan Umum Istanbul pada Selasa (2/6/2020) mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 118 orang atas dugaan memiliki hubungan dengan gerakan Gulen. Sebagian besar dari mereka adalah anggota pasukan militer dan keamanan Turki.
Kantor kejaksaan mengatakan telah mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 42 anggota militer dan gendarmerie menyusul adanya pernyataan yang dibuat oleh orang-orang yang sebelumnya ditahan dan juga analisis panggilan telepon berbayar. Di antara mereka ada 24 petugas yang bertugas aktif. (Baca: Muncul Isu Kudeta, Pendukung Erdogan Ancam Bunuh Tokoh Oposisi Turki )
Lihat Juga :