Pertama Kalinya, Jenderal Top AS Akui China Lakukan Uji Coba Senjata Hipersonik
Rabu, 27 Oktober 2021 - 22:40 WIB
“Tapi itu hanya satu sistem senjata. Kemampuan militer China jauh lebih besar dari itu. Mereka berkembang pesat — di luar angkasa, di dunia maya dan kemudian di domain tradisional darat, laut dan udara," ujarnya seolah menegaskan pernyataan Pentagon.
Menurut Milley angkatan bersenjata China, yang secara kolektif dikenal sebagai Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sekarang menjadi militer yang sangat cakap yang mencakup semua domain dan memiliki ambisi global.
"Jadi China sangat signifikan di cakrawala kami," tegasnya.
Meski menolak untuk memberikan secara spesifik tentang program senjata hipersonik AS, namun ia mengatakan Amerika sedang bereksperimen, menguji dan mengembangkan teknologi untuk memasukkan hipersonik, kecerdasan buatan, robotika dan berbagai macam lainnya.
Baca juga: Tes Rudal Hipersonik Berujung Kegagalan, AS Semakin Tertinggal dari China dan Rusia
"Jika Anda mundur selangkah, apa yang kita hadapi, dari segi sejarah, adalah kita berada dalam salah satu perubahan paling signifikan dalam apa yang saya sebut karakter perang," tambah Milley.
“Tetapi hari ini, dengan diperkenalkannya amunisi presisi, kemampuan untuk melihat seluruh dunia, kecerdasan buatan, robotika, hipersonik - semua hal ini bersama-sama - ini adalah perubahan besar dalam karakter perang. Dan kita akan harus menyesuaikan militer kita ke depan," ujarnya.
Menurut Milley angkatan bersenjata China, yang secara kolektif dikenal sebagai Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sekarang menjadi militer yang sangat cakap yang mencakup semua domain dan memiliki ambisi global.
"Jadi China sangat signifikan di cakrawala kami," tegasnya.
Meski menolak untuk memberikan secara spesifik tentang program senjata hipersonik AS, namun ia mengatakan Amerika sedang bereksperimen, menguji dan mengembangkan teknologi untuk memasukkan hipersonik, kecerdasan buatan, robotika dan berbagai macam lainnya.
Baca juga: Tes Rudal Hipersonik Berujung Kegagalan, AS Semakin Tertinggal dari China dan Rusia
"Jika Anda mundur selangkah, apa yang kita hadapi, dari segi sejarah, adalah kita berada dalam salah satu perubahan paling signifikan dalam apa yang saya sebut karakter perang," tambah Milley.
“Tetapi hari ini, dengan diperkenalkannya amunisi presisi, kemampuan untuk melihat seluruh dunia, kecerdasan buatan, robotika, hipersonik - semua hal ini bersama-sama - ini adalah perubahan besar dalam karakter perang. Dan kita akan harus menyesuaikan militer kita ke depan," ujarnya.
Lihat Juga :