Jenderal Tertinggi Sudan Sebut Kudeta untuk Cegah Perang Saudara

Rabu, 27 Oktober 2021 - 03:07 WIB
Sejak Senin, pasukan Sudan dilaporkan pergi dari rumah ke rumah di Khartoum untuk menangkap penyelenggara protes lokal.

Ribuan orang telah bergabung dalam protes di ibu kota, terutama di lingkungan perumahan dekat pusat kota.

Bandara kota ditutup dan semua penerbangan dibatalkan hingga Sabtu.

Staf di bank sentral negara itu dilaporkan mogok kerja, dan di seluruh dokter dilaporkan menolak bekerja di rumah sakit yang dikelola militer kecuali dalam keadaan darurat.

Kesepakatan antara pemimpin sipil dan militer dirancang untuk mengarahkan Sudan menuju demokrasi tetapi telah terbukti rapuh dengan sejumlah upaya kudeta sebelumnya, yang terakhir lebih dari sebulan yang lalu.

Jenderal Burhan, yang merupakan kepala dewan pembagian kekuasaan, mengatakan Sudan berkomitmen untuk transisi ke pemerintahan sipil, dengan pemilu yang direncanakan pada Juli 2023.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!