Suriah Kini Bisa Mengakses Data Interpol, Para Pengkritik Rezim Khawatir
Selasa, 05 Oktober 2021 - 16:11 WIB
Baca juga: Mossad Gagal Temukan Tentara Israel yang Ditangkap di Lebanon 35 Tahun Silam
Suriah juga akan memiliki kemampuan mengeluarkan “pemberitahuan merah” bagi individu, yang merupakan permintaan bagi negara-negara anggota lain untuk menemukan, menangkap, dan mengekstradisi individu-individu tersebut.
Baca juga: Mossad Cari Tentara Israel yang Ditangkap di Lebanon 35 Tahun Silam
Apakah permintaan tersebut diterima atau ditindaklanjuti, tergantung pada masing-masing negara dan hubungan mereka dengan negara yang mengeluarkan permintaan tersebut.
Terlepas dari kenyataan bahwa red notice harus melalui Sekretariat Jenderal Interpol dan disaring melalui proses penyaringan untuk mencegah dikeluarkannya red notice yang bermotif politik, proses tersebut dilaporkan cacat dan jarang sekali red notice tersebut ditolak.
Yuriy Nemets, pengacara yang berbasis di AS yang mewakili para korban pelecehan oleh Interpol, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa, “Organisasi itu lebih besar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, jadi bayangkan kemampuan yang diberikannya kepada negara non-demokratis dalam hal menganiaya lawan-lawannya."
Suriah juga akan memiliki kemampuan mengeluarkan “pemberitahuan merah” bagi individu, yang merupakan permintaan bagi negara-negara anggota lain untuk menemukan, menangkap, dan mengekstradisi individu-individu tersebut.
Baca juga: Mossad Cari Tentara Israel yang Ditangkap di Lebanon 35 Tahun Silam
Apakah permintaan tersebut diterima atau ditindaklanjuti, tergantung pada masing-masing negara dan hubungan mereka dengan negara yang mengeluarkan permintaan tersebut.
Terlepas dari kenyataan bahwa red notice harus melalui Sekretariat Jenderal Interpol dan disaring melalui proses penyaringan untuk mencegah dikeluarkannya red notice yang bermotif politik, proses tersebut dilaporkan cacat dan jarang sekali red notice tersebut ditolak.
Yuriy Nemets, pengacara yang berbasis di AS yang mewakili para korban pelecehan oleh Interpol, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa, “Organisasi itu lebih besar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, jadi bayangkan kemampuan yang diberikannya kepada negara non-demokratis dalam hal menganiaya lawan-lawannya."
Lihat Juga :