Kerusuhan Belum Terkendali, Amerika Serikat Kerahkan Garda Nasional
Selasa, 02 Juni 2020 - 07:21 WIB
Aksi demonstrasi damai yang kerap berujung pada aksi kerusuhan pun meluas ke berbagai penjuru AS. Di luar Gedung Putih, polisi menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa yang melanggar jam malam. Kerusuhan terjadi di parkiran dekat Gedung Putih ketika para petugas menyemprotkan merica dan gas air mata yang membakar mobil dan gedung. (Baca juga: Jadi Sasaran Penjarahan Apple Kembali Store Ditutup)
Gubernur Washington Jay Inslee mengaktifkan Garda Nasional untuk menstabilkan keamanan. “Kami tidak mengizinkan tindakan berbahaya dan ilegal (kerusuhan) yang muncul dari ketidakadilan atas kematian George Floyd,” kata Inslee. Dia memerintahkan semua anggota Garda Nasional tidak membawa senjata.
Di Santa Monica, California, banyak orang menjarah toko di sekitar Third Street Promenade dan polisi bergerak cepat melakukan penangkapan. Vandalisme juga terjadi masif di kota tersebut. Di kawasan Long Beach, sekelompok pria dan wanita menghancurkan jendela toko dan menjarah.
Reuters melaporkan, kerusuhan sporadis juga terjadi di Boston setelah para demonstran melemparkan botol ke arah petugas keamanan. Aksi serupa terjadi di Philadelphia yang memberlakukan jam malam sejak pukul 18.00 hingga pukul 06.00.
Di New York polisi menangkap 350 demonstran dan 30 petugas mengalami luka ringan dalam bentrokan. Uniknya, salah satu demonstran yang ditangkap polisi New York adalah putri Wali Kota New York , Bill de Blasio, yang berusia 25 tahun, Chiara. Namun, Chiara sudah dibebaskan dengan jaminan.
Wali Kota New York De Blasio sedang menginvestigasi video yang menunjukkan kendaraan polisi menerobos ke arah demonstran di Brooklyn. De Blasio juga mengaku tidak melihat video yang menunjukkan seorang polisi membuka masker demonstran dan menyemprotkan bubuk merica ke wajahnya.
Demonstrasi lain terjadi di Chicago, Seattle, Salt Lake City, Cleveland, dan Dallas. CNN melaporkan, 4.000 demonstran dan perusuh telah ditangkap di seluruh AS sejak kematian Floyd. Penangkapan para pengunjuk rasa dimulai sejak Selasa (26/5) lalu.
Demonstrasi di seluruh AS menunjukkan keragaman penduduk AS. Banyak warga kulit putih dan Hispanik ikut berdemonstrasi bersama warga kulit hitam. “Itu berarti banyak warga kulit putih dibandingkan orang kulit hitam yang ikut berdemonstrasi,” kata Candace Collins, remaja kulit hitam yang ikut berdemonstrasi di Culver City, California. (Baca juga: DPR Minta Daerah Fokus Tangani Covid-19)
Erupsi kekerasan tetap terjadi, meskipun mantan petugas polisi Derek Chauvin, 44, yang menyebabkan kematian Floyd, telah ditangkap dan didakwa pembunuhan tingkat tiga. Dia tampil di pengadilan kemarin. Pembunuhan tingkat tiga merupakan tindakan yang menyebabkan kematian seseorang, tetapi orang yang membunuh tidak bermaksud melakukan pembunuhan.
Gubernur Washington Jay Inslee mengaktifkan Garda Nasional untuk menstabilkan keamanan. “Kami tidak mengizinkan tindakan berbahaya dan ilegal (kerusuhan) yang muncul dari ketidakadilan atas kematian George Floyd,” kata Inslee. Dia memerintahkan semua anggota Garda Nasional tidak membawa senjata.
Di Santa Monica, California, banyak orang menjarah toko di sekitar Third Street Promenade dan polisi bergerak cepat melakukan penangkapan. Vandalisme juga terjadi masif di kota tersebut. Di kawasan Long Beach, sekelompok pria dan wanita menghancurkan jendela toko dan menjarah.
Reuters melaporkan, kerusuhan sporadis juga terjadi di Boston setelah para demonstran melemparkan botol ke arah petugas keamanan. Aksi serupa terjadi di Philadelphia yang memberlakukan jam malam sejak pukul 18.00 hingga pukul 06.00.
Di New York polisi menangkap 350 demonstran dan 30 petugas mengalami luka ringan dalam bentrokan. Uniknya, salah satu demonstran yang ditangkap polisi New York adalah putri Wali Kota New York , Bill de Blasio, yang berusia 25 tahun, Chiara. Namun, Chiara sudah dibebaskan dengan jaminan.
Wali Kota New York De Blasio sedang menginvestigasi video yang menunjukkan kendaraan polisi menerobos ke arah demonstran di Brooklyn. De Blasio juga mengaku tidak melihat video yang menunjukkan seorang polisi membuka masker demonstran dan menyemprotkan bubuk merica ke wajahnya.
Demonstrasi lain terjadi di Chicago, Seattle, Salt Lake City, Cleveland, dan Dallas. CNN melaporkan, 4.000 demonstran dan perusuh telah ditangkap di seluruh AS sejak kematian Floyd. Penangkapan para pengunjuk rasa dimulai sejak Selasa (26/5) lalu.
Demonstrasi di seluruh AS menunjukkan keragaman penduduk AS. Banyak warga kulit putih dan Hispanik ikut berdemonstrasi bersama warga kulit hitam. “Itu berarti banyak warga kulit putih dibandingkan orang kulit hitam yang ikut berdemonstrasi,” kata Candace Collins, remaja kulit hitam yang ikut berdemonstrasi di Culver City, California. (Baca juga: DPR Minta Daerah Fokus Tangani Covid-19)
Erupsi kekerasan tetap terjadi, meskipun mantan petugas polisi Derek Chauvin, 44, yang menyebabkan kematian Floyd, telah ditangkap dan didakwa pembunuhan tingkat tiga. Dia tampil di pengadilan kemarin. Pembunuhan tingkat tiga merupakan tindakan yang menyebabkan kematian seseorang, tetapi orang yang membunuh tidak bermaksud melakukan pembunuhan.
Lihat Juga :