Analis: Stabilkan Afghanistan, China Harus Kian Dekat dengan Taliban

Kamis, 23 September 2021 - 18:31 WIB
“China tampaknya sebagian besar melihat kerja sama ekonomi sebagai cara untuk menstabilkan Afghanistan,” kata Kelemen, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (22/9).

“Ini mungkin alasan utama yang membuat Beijing mencapai kesepakatan dengan Taliban di tahun 90-an, di mana sebagai imbalan atas dukungan ekonomi, Taliban dilaporkan akan mencegah militan Uighur meningkatkan serangan di wilayahnya,” sambungnya.

Baca: Puji Luar Biasa, Taliban Andalkan Dana China

China tidak mengecualikan Afghanistan dari BRI, tetapi di masa lalu perhatiannya tetap terbatas dibandingkan dengan proyek-proyek besar lainnya yang dilakukan di tempat lain. Ketika AS dan sekutunya memainkan peran utama di Afghanistan, China, meskipun tidak berperan sebagai bawahan, menghindari kemitraan dengan Barat.

Sepanjang pendudukan AS di Afghanistan, China tidak menonjolkan diri dengan kunjungan resmi yang jarang dan terbatas ke Kabul. Namun kini, China tidak dapat mentolerir kekosongan keamanan yang mungkin berdampak pada keamanan dan kepentingan nasionalnya. Beijing telah meningkatkan investasinya di Afghanistan dan melihat negara itu sebagai konektivitas dalam bentangan geografis BRI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!