Jokowi Singgung Politisasi dan Diskriminasi Vaksin di Sidang Umum PBB
Kamis, 23 September 2021 - 07:16 WIB
"Kapasitas dan kecepatan antar negara dalam menangangi COVID-19 termasuk dalam vaksinasi sangat berbeda. Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan langkah-langkah konkret," serunya.
Dikatakan oleh Jokowi bahwa saat ini masyarakat internasional mengarahkan pandangannya ke Sidang Umum PBB untuk mendapatkan jawaban kapan pandemi ini berakhir.
"Masyarakat dunia melihat ke arah Majelis Umum PBB untuk memberikan jawaban atas keprihatinan global utama. Kapan masyarakat akan bebas dari pandemi? kapan ekonomi akan pulih dan tumbuh secara inklusif? bagaimana mempertahankan planet ini untuk generasi mendatang? dan kapan dunia akan bebas dari konflik, terorisme, dan perang?," ujarnya.
Menurut Jokowi arsitektur keamanan kesehatan global harus ditata ulang. Diperlukan sebuah mekanisme baru untuk penggalangan sumber daya kesehatan global, baik pendanaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta tenaga kesehatan agar terwujudnya pemerataan kesehatan.
Baca juga: Jokowi: Percepatan Vaksinasi dan Penerapan Prokes Kunci Pengendalian Covid-19
"Di masa depan, kita harus menata ulang arsitektur keamanan kesehatan global. Mekanisme baru diperlukan untuk memobilisasi sumber daya kesehatan global, yang meliputi pembiayaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta petugas kesehatan di seluruh dunia, secara cepat dan adil," ujarnya.
Dikatakan oleh Jokowi bahwa saat ini masyarakat internasional mengarahkan pandangannya ke Sidang Umum PBB untuk mendapatkan jawaban kapan pandemi ini berakhir.
"Masyarakat dunia melihat ke arah Majelis Umum PBB untuk memberikan jawaban atas keprihatinan global utama. Kapan masyarakat akan bebas dari pandemi? kapan ekonomi akan pulih dan tumbuh secara inklusif? bagaimana mempertahankan planet ini untuk generasi mendatang? dan kapan dunia akan bebas dari konflik, terorisme, dan perang?," ujarnya.
Menurut Jokowi arsitektur keamanan kesehatan global harus ditata ulang. Diperlukan sebuah mekanisme baru untuk penggalangan sumber daya kesehatan global, baik pendanaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta tenaga kesehatan agar terwujudnya pemerataan kesehatan.
Baca juga: Jokowi: Percepatan Vaksinasi dan Penerapan Prokes Kunci Pengendalian Covid-19
"Di masa depan, kita harus menata ulang arsitektur keamanan kesehatan global. Mekanisme baru diperlukan untuk memobilisasi sumber daya kesehatan global, yang meliputi pembiayaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta petugas kesehatan di seluruh dunia, secara cepat dan adil," ujarnya.
Lihat Juga :