Inggris Berencana Longgarkan Aturan Perjalanan, Hapus Karantina, dan Kewajiban PCR
Minggu, 19 September 2021 - 10:05 WIB
“Perubahan hari ini berarti sistem yang lebih sederhana dan lebih mudah,” kata Sekretaris Transportasi Inggris, Grant Shapps dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (19/9/2021).
“Satu dengan pengujian lebih sedikit dan biaya lebih rendah, memungkinkan lebih banyak orang untuk bepergian, melihat orang yang dicintai atau melakukan bisnis di seluruh dunia sambil memberikan dorongan untuk industri perjalanan,” sambungnya.
Hanya daftar "merah" yang akan tetap ada, mengharuskan pelancong untuk dikarantina di hotel yang disetujui pemerintah. Daftar “merah” berisikan negara-negara dengan resiko penularan Covid-19 sangat tinggi.
Terkait dengan daftar “merah”, delapan negara akan masuk dalam daftar tersebut. Kedelapan negara itu adalah Bangladesh, Mesir, Kenya, Maladewa, Oman, Pakistan, Sri Lanka, dan Turki.
Inggris juga mengumumkan bahwa mulai 4 Oktober, pelancong yang divaksinasi penuh yang datang ke Inggris tidak lagi harus mengikuti tes pra-keberangkatan.
“Satu dengan pengujian lebih sedikit dan biaya lebih rendah, memungkinkan lebih banyak orang untuk bepergian, melihat orang yang dicintai atau melakukan bisnis di seluruh dunia sambil memberikan dorongan untuk industri perjalanan,” sambungnya.
Hanya daftar "merah" yang akan tetap ada, mengharuskan pelancong untuk dikarantina di hotel yang disetujui pemerintah. Daftar “merah” berisikan negara-negara dengan resiko penularan Covid-19 sangat tinggi.
Terkait dengan daftar “merah”, delapan negara akan masuk dalam daftar tersebut. Kedelapan negara itu adalah Bangladesh, Mesir, Kenya, Maladewa, Oman, Pakistan, Sri Lanka, dan Turki.
Inggris juga mengumumkan bahwa mulai 4 Oktober, pelancong yang divaksinasi penuh yang datang ke Inggris tidak lagi harus mengikuti tes pra-keberangkatan.
Lihat Juga :