Ngambek, Prancis Batalkan Perayaan Hubungan dengan AS

Jum'at, 17 September 2021 - 05:19 WIB
"Seorang pejabat Prancis di Washington mengatakan pemerintahan Biden telah membutakan Prancis dan menuduh pejabat tinggi Amerika menyembunyikan informasi tentang kesepakatan itu meskipun ada upaya berulang kali oleh diplomat Prancis, yang mencurigai ada sesuatu yang sedang dikerjakan, untuk mempelajari lebih lanjut. Seorang pejabat mengatakan pemerintah Prancis berusaha untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan tetapi ditolak," seperti dikutip dari The New York Times, Jumat (17/9/2021).

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu mengatakan tindakan Amerika merusak kepercayaan antara kedua sekutu dan memvalidasi keyakinan Presiden Emmanuel Macron dan pejabat tinggi Prancis lainnya bahwa Amerika tidak lagi menjadi mitra yang dapat diandalkan. Keyakinan yang telah muncul selama empat tahun Donald Trump menjabat.

Para pejabat Prancis mengatakan bahwa langkah Biden pada kesepakatan kapal selam, bersama dengan kurangnya konsultasi tentang penarikan dari Afghanistan, akan mempercepat langkah Prancis menuju kedaulatan Eropa yang tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat di masa depan.

Baca juga: Australia Bangun Kapal Selam Nuklir, Prancis dan China Beri Respons Keras

Gala pada hari Jumat seharusnya menjadi perayaan aliansi AS-Prancis, dengan para diplomat, pelobi, jurnalis, dan lainnya diundang untuk berbaur bersama. Tetapi pejabat Prancis itu mengatakan bahwa akan "konyol" untuk melanjutkan acara tersebut setelah kesepakatan Biden, seolah-olah segala sesuatu di antara kedua negara itu bahagia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!