Menolak Divaksin, Prancis Skorsing 3.000 Nakes
Kamis, 16 September 2021 - 22:52 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron pertama kali memberi pemberitahuan kepada pekerja tentang perubahan aturan pada 12 Juli, memperingatkan mereka bahwa mereka perlu mendapatkan setidaknya satu suntikan vaksin pada 15 September atau mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.
Tetapi dengan berlalunya tenggat waktu itu, dan ribuan orang masih menolak untuk divaksin, ada kekhawatiran akan terganggunya layanan kesehatan.
Hanya di satu rumah sakit di Nice di Prancis selatan, misalnya, hampir 450 pekerja telah diskors. Kebijakan ini memicu aksi protes di luar gedung.
Dan di kota selatan lainnya, Montelimar, satu rumah sakit mengkonfirmasi bahwa mereka telah mulai membatalkan operasi yang tidak mendesak karena kekurangan ahli anestesi yang divaksinasi, lapor kantor berita AFP.
"Kita harus menjaga orang-orang ini tetap bekerja sampai mereka digantikan," kata Christophe Prudhomme, dokter darurat dan anggota parlemen sayap kiri.
Baca juga: Pembelot China Peringatkan AS soal COVID-19 Lima Bulan sebelum Pandemi
Tetapi dengan berlalunya tenggat waktu itu, dan ribuan orang masih menolak untuk divaksin, ada kekhawatiran akan terganggunya layanan kesehatan.
Hanya di satu rumah sakit di Nice di Prancis selatan, misalnya, hampir 450 pekerja telah diskors. Kebijakan ini memicu aksi protes di luar gedung.
Dan di kota selatan lainnya, Montelimar, satu rumah sakit mengkonfirmasi bahwa mereka telah mulai membatalkan operasi yang tidak mendesak karena kekurangan ahli anestesi yang divaksinasi, lapor kantor berita AFP.
"Kita harus menjaga orang-orang ini tetap bekerja sampai mereka digantikan," kata Christophe Prudhomme, dokter darurat dan anggota parlemen sayap kiri.
Baca juga: Pembelot China Peringatkan AS soal COVID-19 Lima Bulan sebelum Pandemi
Lihat Juga :