Dilaporkan Telah Meninggal, Bos Al-Qaeda Muncul dalam Video Peringatan 9/11
Minggu, 12 September 2021 - 15:38 WIB
Baca juga: AS Kembali Wanti-wanti Soal Kebangkitan Al-Qaeda Pasca Penarikan Pasukan Asing
Sebelum merilis video tersebut, as-Sahab sejak 11 September pagi mulai melakukan promo segera hadir di beberapa saluran Telegram.
Setelah itu, sebuah buku setebal 852 halaman yang ditulis oleh Ayman al-Zawahiri dirilis di saluran Telegram, di mana ia berbicara tentang masa depan al-Qaeda. Buku itu, diyakini ditulis pada April 2021, menyebutkan jihadi Kashmir Ilyas Kashmiri yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan pada 2011, dan Maulana Asim Umar, pemimpin al-Qaeda di anak benua India, yang tewas oleh pasukan Afghanistan pada tahun 2019 di Afghanistan.
Kenyataan Ayman al-Zawahiri tidak menyinggung kemenangan Taliban di Afghanistanmendapatkancatatan tersendiri dariRita Katz, DirekturSITE Intelligence Group, situs yang melacak aktivitas kelompok-kelompok ekstrimis di dunia maya.
"Ada keraguan baru bahwa rekaman berdurasi 60 menit baru-baru ini karena dia tidak menyebutkan kemenangan Taliban di Afghanistan," kata Katz seperti dikutip dari Sputnik.
Sebelum merilis video tersebut, as-Sahab sejak 11 September pagi mulai melakukan promo segera hadir di beberapa saluran Telegram.
Setelah itu, sebuah buku setebal 852 halaman yang ditulis oleh Ayman al-Zawahiri dirilis di saluran Telegram, di mana ia berbicara tentang masa depan al-Qaeda. Buku itu, diyakini ditulis pada April 2021, menyebutkan jihadi Kashmir Ilyas Kashmiri yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan pada 2011, dan Maulana Asim Umar, pemimpin al-Qaeda di anak benua India, yang tewas oleh pasukan Afghanistan pada tahun 2019 di Afghanistan.
Kenyataan Ayman al-Zawahiri tidak menyinggung kemenangan Taliban di Afghanistanmendapatkancatatan tersendiri dariRita Katz, DirekturSITE Intelligence Group, situs yang melacak aktivitas kelompok-kelompok ekstrimis di dunia maya.
"Ada keraguan baru bahwa rekaman berdurasi 60 menit baru-baru ini karena dia tidak menyebutkan kemenangan Taliban di Afghanistan," kata Katz seperti dikutip dari Sputnik.
Lihat Juga :