Taliban Umumkan Kabinet Afghanistan, PM-nya Dicap Teroris oleh PBB

Kamis, 09 September 2021 - 08:02 WIB
Keempatnya, yang dianggap garis keras berbahaya oleh pemerintah AS, mengambil bagian dalam pembicaraan langsung dengan Washington di Doha tahun lalu. Informasi dan dokumen pertahanan AS yang disediakan oleh WikiLeaks dan organisasi lain menunjukkan mengapa AS begitu khawatir dengan orang-orang ini.

Menurut dokumen "Guantanamo Files", yang diterbitkan oleh WikiLeaks, Wasiq sebelumnya adalah kepala intelijen Taliban dan berjuang bersama kelompok-kelompok militan Islam. "Wasiq mengatur personel Al-Qaeda untuk melatih staf intelijen Taliban dalam metode intelijen," bunyi dokumen yang bocor.

Tinjauan administratif pada tahun 2007, mengutip seorang sumber, mengeklaim bahwa Wasiq juga anggota intelijen al-Qaeda.

Noori telah menjabat sebagai gubernur provinsi Balkh dan Laghman selama tugas terakhir Taliban berkuasa, dan menurut dokumen yang dibagikan oleh WikiLeaks dia diburu karena dugaan kejahatan perang termasuk pembunuhan ribuan Muslim Syiah.

Dia mengaku tidak pernah menerima pelatihan senjata atau militer apa pun, tetapi laporan menunjukkan bahwa dia adalah pusat perang melawan Aliansi Utara, sebuah kelompok faksi anti-Taliban yang didukung AS.

Sementara itu, Fazil tidak asing dengan peran wakil menteri pertahanan, setelah sebelumnya menjabat lebih dari dua dekade lalu. Dia dituduh melakukan kejahatan perang selama perang saudara Afghanistan pada 1990-an dan, seperti Noori, dia dicari sehubungan dengan pembunuhan ribuan Syiah selama konflik.

"Ketika ditanya tentang pembunuhan itu, dia tidak mengungkapkan penyesalan dan menyatakan mereka melakukan apa yang perlu mereka lakukan dalam perjuangan mereka untuk membangun negara ideal mereka," bunyi dokumen WikiLeaks.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!