Biden Perintahkan Dokumen Serangan 11 September Dirilis
Sabtu, 04 September 2021 - 06:34 WIB
Serangan tersebut dilakukan oleh 19 pembajak dari kelompok teroris al-Qaeda yang mengambil alih empat pesawat. Mereka menerbangkan dua di antaranya ke menara World Trade Center di New York, satu lagi ke Pentagon di Arlington, Virginia, dan yang keempat jatuh dari langit di Pennsylvania selatan setelah para penumpang berusaha merebut kembali kendali pesawat.
Sekitar 2.977 orang tewas dalam serangan tersebut, yang berhasil meruntuhkan dua gedung pencakar langit berlantai 110 di Manhattan dan memicu kebakaran hebat di salah satu bagian dari Pentagon, yang menampung kantor-kantor Departemen Pertahanan.
Setelah serangan itu, Presiden AS saat itu George W. Bush menuntut agar pemerintah Taliban di Afghanistan menyerahkan para pemimpin al-Qaeda di balik serangan itu, termasuk Osama bin Laden . Ketika Taliban mengatakan ingin bukti kesalahan Osama sebelum menyerahkannya, Bush mengatakan pemerintahnya tidak akan berunding dengan teroris dan melancarkan invasi ke Afghanistan yang menjadi perang pendudukan 20 tahun melawan pemberontakan Taliban.
Baca juga: Taliban: Tak Ada Bukti Osama bin Laden Dalangi Serangan 9/11 di AS
Ketika pasukan AS terakhir terbang keluar dari bandara utama Kabul pada hari Senin, Washington menyatakan perang telah berakhir. Ironisnya, jam-jam terakhir mereka di dalam negeri dihabiskan untuk bekerja sama dengan Taliban, yang merebut Kabul beberapa hari sebelumnya, untuk mencegah serangan teroris terhadap kedua kelompok oleh ISIS-K .
Baca juga: AS Berikan Informasi Intelijen ke Taliban Soal Bom Bandara Kabul
Sekitar 2.977 orang tewas dalam serangan tersebut, yang berhasil meruntuhkan dua gedung pencakar langit berlantai 110 di Manhattan dan memicu kebakaran hebat di salah satu bagian dari Pentagon, yang menampung kantor-kantor Departemen Pertahanan.
Setelah serangan itu, Presiden AS saat itu George W. Bush menuntut agar pemerintah Taliban di Afghanistan menyerahkan para pemimpin al-Qaeda di balik serangan itu, termasuk Osama bin Laden . Ketika Taliban mengatakan ingin bukti kesalahan Osama sebelum menyerahkannya, Bush mengatakan pemerintahnya tidak akan berunding dengan teroris dan melancarkan invasi ke Afghanistan yang menjadi perang pendudukan 20 tahun melawan pemberontakan Taliban.
Baca juga: Taliban: Tak Ada Bukti Osama bin Laden Dalangi Serangan 9/11 di AS
Ketika pasukan AS terakhir terbang keluar dari bandara utama Kabul pada hari Senin, Washington menyatakan perang telah berakhir. Ironisnya, jam-jam terakhir mereka di dalam negeri dihabiskan untuk bekerja sama dengan Taliban, yang merebut Kabul beberapa hari sebelumnya, untuk mencegah serangan teroris terhadap kedua kelompok oleh ISIS-K .
Baca juga: AS Berikan Informasi Intelijen ke Taliban Soal Bom Bandara Kabul
Lihat Juga :