Pembunuhan George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Khamenei Ledek AS
Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:34 WIB
“Manusia, untuk kulit hitamnya, tidak memiliki kepastian untuk hidup dalam masyarakat itu. Jika perlu, seorang polisi dapat memukulinya hingga mati, karena kulitnya yang berwarna!," lanjut keterangan di video tersebut.
Kesimpulan dari video yang diunggah menunjukkan gambar pria kulit hitam Eric Garner yang dibunuh perwira polisi New York Daniel Pantaleo pada Juli 2014. "Terlepas dari kenyataan bahwa orang Afrika-Amerika hanya mewakili 13 persen dari masyarakat Amerika, 25 persen dari korban kebrutalan polisi (adalah warga) berkulit hitam," imbuh posting tersebut. (Baca: Demonstran Pro George Floyd Marah di Seluruh AS, Gedung Putih Lockdown )
Pemimpin Tertinggi Iran itu baru-baru ini mendapat kecaman atas pernyataan kerasnya terhadap rezim Zionis di Israel. Khamenei dalam tweet 20 Mei lalu mengatakan Iran akan mendukung dan membantu negara atau kelompok mana pun di mana saja dalam perjuangannya melawan Israel.
"Melenyapkan rezim Zionis tidak berarti melenyapkan orang-orang Yahudi. Kami tidak menentang orang-orang Yahudi. Itu berarti menghapuskan rezim yang dipaksakan dan Muslim, Kristen serta Yahudi Palestina memilih pemerintah mereka sendiri dan mengusir preman-preman seperti Netanyahu," paparnya merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dua hari kemudian, Khamenei kembali meledek rezim Zionis Israel sebagai kanker mematikan dan merugikan kawasan Timur Tengah.
Kesimpulan dari video yang diunggah menunjukkan gambar pria kulit hitam Eric Garner yang dibunuh perwira polisi New York Daniel Pantaleo pada Juli 2014. "Terlepas dari kenyataan bahwa orang Afrika-Amerika hanya mewakili 13 persen dari masyarakat Amerika, 25 persen dari korban kebrutalan polisi (adalah warga) berkulit hitam," imbuh posting tersebut. (Baca: Demonstran Pro George Floyd Marah di Seluruh AS, Gedung Putih Lockdown )
Pemimpin Tertinggi Iran itu baru-baru ini mendapat kecaman atas pernyataan kerasnya terhadap rezim Zionis di Israel. Khamenei dalam tweet 20 Mei lalu mengatakan Iran akan mendukung dan membantu negara atau kelompok mana pun di mana saja dalam perjuangannya melawan Israel.
"Melenyapkan rezim Zionis tidak berarti melenyapkan orang-orang Yahudi. Kami tidak menentang orang-orang Yahudi. Itu berarti menghapuskan rezim yang dipaksakan dan Muslim, Kristen serta Yahudi Palestina memilih pemerintah mereka sendiri dan mengusir preman-preman seperti Netanyahu," paparnya merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dua hari kemudian, Khamenei kembali meledek rezim Zionis Israel sebagai kanker mematikan dan merugikan kawasan Timur Tengah.
Lihat Juga :