Politisi Komunis Rusia Serukan Partai Berkuasa Pro Putin Disamakan dengan ISIS
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 00:06 WIB
Tsyrenov mengecam Rusia Bersatu atas rekor mereka yang bertanggung jawab atas negara dan wilayahnya. Tsyrenov adalah anggota pemerintah lokal Buryatia, wilayah yang berjarak lebih dari 4.000 km sebelah timur Moskow, dan merupakan kandidat anggota parlemen federal dari Partai Komunis Federasi Rusia (PKFR) untuk pemilu mendatang.
Didirikan pada tahun 2001, Rusia Bersatu memegang mayoritas kursi di kedua badan parlemen negara itu, serta memiliki mayoritas gubernur di seluruh negeri.
Meskipun Presiden Vladimir Putin bukan anggota, partai itu mendukung kepemimpinannya dan anggota parlemennya setia kepadanya. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas partai tersebut telah berkurang, sementara popularitas pribadi Putin tetap tinggi.
“Rusia Bersatu telah memberi kami reformasi pensiun. Lebih dari separuh pria kami tidakhidup sampai usia pensiun,” kata Tsyrenov, seperti dikutip Russia Today, Jumat (27/8/2021).
“Republik Buryatia memiliki tingkat kematian tertinggi di Rusia selama pandemi. Saya ingin bertanya kepada kepala Rusia Bersatu [Buryatia], Alexey Tsydenov: 'Bagaimana Anda membawa republik dan sistem perawatan kesehatan ke negara miskin ini?'”
Didirikan pada tahun 2001, Rusia Bersatu memegang mayoritas kursi di kedua badan parlemen negara itu, serta memiliki mayoritas gubernur di seluruh negeri.
Meskipun Presiden Vladimir Putin bukan anggota, partai itu mendukung kepemimpinannya dan anggota parlemennya setia kepadanya. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas partai tersebut telah berkurang, sementara popularitas pribadi Putin tetap tinggi.
“Rusia Bersatu telah memberi kami reformasi pensiun. Lebih dari separuh pria kami tidakhidup sampai usia pensiun,” kata Tsyrenov, seperti dikutip Russia Today, Jumat (27/8/2021).
“Republik Buryatia memiliki tingkat kematian tertinggi di Rusia selama pandemi. Saya ingin bertanya kepada kepala Rusia Bersatu [Buryatia], Alexey Tsydenov: 'Bagaimana Anda membawa republik dan sistem perawatan kesehatan ke negara miskin ini?'”
Lihat Juga :