Musk Ingin Membom Mars, Rusia: Kedok Usung Bom Nuklir ke Luar Angkasa

Jum'at, 29 Mei 2020 - 11:02 WIB
"Kami melihat upaya seperti itu, kami menganggapnya tidak dapat diterima, dan kami akan merintangi ini semaksimal mungkin," kata Rogozin. Dia menegaskan bahwa peraturan internasional melarang penyebaran senjata di ruang angkasa.

Direktur Eksekutif Roscosmos untuk Program Lanjutan dan Ilmu Pengetahuan Alexander Bloshenko mengatakan kepada kantor berita TASS pada awal bulan ini bahwa rencana Musk akan membutuhkan 10.000 hulu ledak nuklir. Musk merespons di Twitter dengan menjawab; "Tidak ada masalah".

Menurut The Moscow Times, Rogozin dan Musk telah berseteru di masa lalu atas tuduhan bahwa SpaceX berusaha mendorong Moskow keluar dari pasar roket pembawa dengan menurunkan harga untuk penerbangan luar angkasa komersial.

Pernyataan Rogozin muncul sehari setelah SpaceX menangguhkan peluncuran pesawat ruang angkasa Dragon ke Stasiun Luar Angkasa Internasional karena kondisi cuaca yang tidak cocok.

Peluncuran baru dijadwalkan dilakukan Sabtu (30/5/2020) sore. Jika berhasil, itu akan menunjukkan AS tidak lagi bergantung pada roket Soyuz Rusia untuk penerbangan luar angkasa di masa depan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!