Adik Kim Jong-un Marah karena Korsel-AS Bersiap Latihan Perang Besar-besaran

Selasa, 10 Agustus 2021 - 09:24 WIB
Korea telah terpecah pada tahun 1945 pada akhir Perang Dunia II, yang berakhir sebelum Uni Soviet telah benar-benar membebaskan Korea dari kekuasaan kolonial Jepang, dan perang saudara pecah pada tahun 1949 di mana PBB campur tangan di salah satu medan perang awal dari Perang Dingin.

Perang itu berakhir hanya dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai permanen. Hubungan terus mendingin, di mana Korea Utara telah menguji senjata artileri roket generasi baru yang mereka klaim dapat menghindari pertahanan rudal anti-balistik yang ditempatkan di Selatan oleh Amerika Serikat.

Presiden AS Joe Biden, yang mulai menjabat pada Januari lalu, telah merencanakan jalur yang berbeda dalam hubungan AS dengan Korea Utara atau DPRK dibandingkan pendahulunya, Donald Trump, yang mengadakan beberapa pertemuan puncak dengan Kim Jong-un.

Kim Jong-un sendiri telah menegaskan tidak akan secara sepihak melepaskan program senjata nuklir negaranya, yang katanya merupakan jaminan akhir dari keamanan dan kemerdekaan negara.

Namun, Biden bersikeras Kim Jong-un setuju untuk denuklirisasi sebelum pembicaraan apa pun akan dimulai. Klaim itu ditepis Kim Yo-jong sebagai "harapan yang salah" pada awal tahun ini.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!