Inggris Serukan Respon Global Terkait Laporan Iklim PBB
Senin, 09 Agustus 2021 - 18:23 WIB
“Kami tahu apa yang harus dilakukan untuk membatasi pemanasan global – menghentikan penggunaan batu bara dan beralih ke sumber energi bersih, melindungi alam, dan menyediakan pendanaan iklim untuk negara-negara di garis depan,” ujar Johnson
Lebih lanjut Johnson menjelaskan bahwa Inggris memimpin dan mendekarbonisasi ekonominya lebih cepat daripada negara mana pun di G20 selama dua dekade terakhir. Baca juga: Gawat, Dunia Beresiko Mencapai Perubahan Iklim yang Lebih Cepat
“Saya berharap laporan IPCC hari ini akan menjadi peringatan bagi dunia untuk mengambil tindakan sekarang, sebelum kita bertemu di Glasgow pada bulan November untuk KTT COP26 yang penting,” ujarnya, seperit dikutip siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Senin (9/8/2021).
Presiden COP26, Alok Sharma mengatakan sains sudah jelas, dampak krisis iklim dapat terlihat di seluruh dunia dan jika tidak bertindak sekarang, maka kita akan terus melihat dampak terburuk pada kehidupan, mata pencaharian dan habitat alam.
“Pesan kami kepada setiap negara, pemerintah, bisnis, dan sebagian masyarakat sangat sederhana. Dekade berikutnya sangat menentukan, ikuti sains dan rangkul tanggung jawab Anda untuk menjaga tujuan 1,5C tetap berjalan,” jelas Sharma.
“Kita dapat melakukan ini bersama-sama, muncul dengan target pengurangan emisi 2030 yang ambisius dan strategi jangka panjang di jalur menuju nol bersih pada pertengahan abad, dan mengambil tindakan sekarang untuk mengakhiri penggunaan tenaga batu bara, mempercepat peluncuran kendaraan listrik, mengatasi deforestasi dan mengurangi emisi metana,” ujarnya.
Lebih lanjut Johnson menjelaskan bahwa Inggris memimpin dan mendekarbonisasi ekonominya lebih cepat daripada negara mana pun di G20 selama dua dekade terakhir. Baca juga: Gawat, Dunia Beresiko Mencapai Perubahan Iklim yang Lebih Cepat
“Saya berharap laporan IPCC hari ini akan menjadi peringatan bagi dunia untuk mengambil tindakan sekarang, sebelum kita bertemu di Glasgow pada bulan November untuk KTT COP26 yang penting,” ujarnya, seperit dikutip siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Senin (9/8/2021).
Presiden COP26, Alok Sharma mengatakan sains sudah jelas, dampak krisis iklim dapat terlihat di seluruh dunia dan jika tidak bertindak sekarang, maka kita akan terus melihat dampak terburuk pada kehidupan, mata pencaharian dan habitat alam.
“Pesan kami kepada setiap negara, pemerintah, bisnis, dan sebagian masyarakat sangat sederhana. Dekade berikutnya sangat menentukan, ikuti sains dan rangkul tanggung jawab Anda untuk menjaga tujuan 1,5C tetap berjalan,” jelas Sharma.
“Kita dapat melakukan ini bersama-sama, muncul dengan target pengurangan emisi 2030 yang ambisius dan strategi jangka panjang di jalur menuju nol bersih pada pertengahan abad, dan mengambil tindakan sekarang untuk mengakhiri penggunaan tenaga batu bara, mempercepat peluncuran kendaraan listrik, mengatasi deforestasi dan mengurangi emisi metana,” ujarnya.
Lihat Juga :