Peringatan Tsunami di Alaska Dicabut Pasca Terjadinya Gempa Besar

Kamis, 29 Juli 2021 - 21:15 WIB
Peringatan tsunami muncul setelah gempa bumi besar berkekuatan 8,2 skala Richter yang melanda negara bagian Amerika Serikat (AS) itu. Foto/Al Jazeera
WASHINGTON - Peringatan tsunami dicabut untuk Alaska dan seluruh wilayah Pasifik. Peringatan tsunami muncul setelah gempa bumi besar berkekuatan 8,2 skala Richter yang melanda negara bagian Amerika Serikat (AS) itu.

Menurut Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS (NTWC), sebelum peringatan tsunami dicabut, sempat ada gelombang tsunami kecil yang menghantam wilayah pesisir Alaska. Namun, karena volumenya yang sangat kecil, gelombang itu tidak menimbulkan ancaman apapun.

"Di Alaska, gelombang tsunami kecil berukuran di bawah satu kaki (30cm) di atas permukaan air pasang terjadi di Sand Point, Old Harbor, King Cove, Kodiak, Unalaska dan Alitak Bay," kata NTWC, seperti dilansir Reuters pada Kamis (29/7/2021).

Sementara itu, Dave Snider, koordinator peringatan tsunami NTWC menuturkan, setelah pemantauan selama beberapa waktu, disimpulkan bahwa ancaman tsunami yang signifikan di Alaska, California, Oregon dan Washington di AS, dan provinsi British Columbia di Kanada sangat kecil terjadi.

"Mungkin ada beberapa kerusakan kecil di beberapa tempat (di Alaska), tetapi tsunami yang signifikan dan kerusakan yang signifikan dari sesuatu seperti itu tidak diperkirakan," kata Snider.



Walaupun gempa bumi dangkal di dekat daerah berpenduduk bisa berbahaya, dalam hal ini gempa dangkal tidak terlalu menimbulkan ancaman, karena biasanya tidak menimbulkan tsunami besar.

"Itu benar-benar beruntung dalam hal ini, karena 8.2 benar-benar cukup kuat untuk membuat gelombang yang cukup besar, terutama di lokasi dunia itu," tambah Snider.

Menurut data USG, gempa itu adalah yang terbesar ketujuh dalam sejarah AS, terikat dengan gempa Alaska lainnya dari tahun 1938. Ini juga merupakan gempa terbesar di Amerika Utara sejak gempa Alaska berkekuatan 8,7 pada tahun 1965.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(ian)
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More