PM Rusia Kunjungi Kepulauan Pasifik yang diklaim Jepang, Tokyo Marah Besar

Selasa, 27 Juli 2021 - 00:01 WIB
Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghabiskan banyak waktu dan usaha dengan harapan dapat merundingkan solusi selama hampir delapan tahun menjabat, tetapi dia hanya mendapatkan sedikit kemajuan.

Tak lama setelah menjabat September lalu, Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih Yoshihide Suga membahas sengketa teritorial dalam panggilan telepon dengan Putin.

Suga mengatakan dia berharap menemukan penyelesaian dan menandatangani perjanjian damai dengan Rusia.

Setelah kunjungan Mishustin ke Iturup pada Senin, Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Takeo Mori memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang, Mikhail Galuzin, untuk memprotes tindakan Mishustin.

“Duta Besar mengatakan protes itu tidak dapat diterima mengingat posisi fundamental pihak Rusia di Kepulauan Kuril selatan, yang diteruskan ke negara kami secara legal setelah hasil Perang Dunia II,” ungkap Kedutaan Besar Rusia di Jepang dalam pernyataan di Facebook.

Kementerian Luar Negeri Rusia lantas memprotes tindakan otoritas Jepang dan mendesak, “Para mitra untuk tidak tergelincir ke arah garis destruktif dalam hubungan bilateral.”

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga membela kunjungan Mishustin ke Iturup, dengan mengatakan, “Sebagai kepala pemerintahan, perdana menteri Rusia mengunjungi wilayah-wilayah Rusia yang dia anggap perlu dan dalam pengembangannya, termasuk bekerja sama dengan mitra kami, banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!