COVID-19 Belum Hilang, Muncul Virus Monkeypox di AS

Sabtu, 17 Juli 2021 - 13:34 WIB
Terakhir kali ada wabah cacar monyet di AS, pada tahun 2003, setidaknya 47 orang di enam negara bagian terjangkit penyakit ini, tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan.

Pada saat itu, ditetapkan bahwa pengiriman sekitar 800 mamalia dari Ghana berada di balik wabah tersebut. Beberapa hewan disimpan di sebelah anjing padang rumput yang kemudian dijual sebagai hewan peliharaan dan dianggap telah menularkan penyakit kepada pemiliknya.

Baca juga: AS Didesak Membom Negara Komunis Kuba

AS bukan satu-satunya negara yang melaporkan kasus cacar monyet baru-baru ini. Pada bulan Mei, Inggris juga melaporkan dua kasus cacar monyet yang dikonfirmasi, terkait dengan kedatangan dari Nigeria.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet "tetap endemik" di beberapa bagian Afrika Barat dan Tengah. Organisasi itu mem-posting pengumuman risiko berkelanjutan untuk wabah lebih lanjut dan kasus terkait perjalanan.

Vaksin cacar monyet telah disetujui pada tahun 2019. Karena penyakit ini adalah kerabat dekat cacar—meskipun cacar monyet biasanya memiliki gejala yang lebih ringan—, vaksin cacar juga dianggap efektif melawan penyakit tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!