AS Didesak Membom Negara Komunis Kuba
Jum'at, 16 Juli 2021 - 13:32 WIB
Dia kemudian menyarankan AS mengambil pemerintah Kuba dengan beberapa cara yang mirip dengan penangkapan pemimpin terkenal yang juga penyelundup narkoba Panama; Manuel Noriega, tahun tahun 1990.
Noriega merupakan sekutu AS yang kehilangan status favoritnya setelah terungkap bahwa dia juga telah memberikan data intelijen ke negara lain, termasuk Kuba, yang bertentangan dengan Washington.
Suarez berpendapat Panama telah menikmati demokrasi damai selama puluhan tahun sejak tersingkirnya Noriega. Namun, secara internasional, Panama memiliki reputasi yang dipertanyakan sebagai surga pajak bagi orang kaya, sebagaimana terungkap dalam paparan Panama Papers tahun 2018.
Baca juga: Takut Dihabisi Taliban, 20.000 Penerjemah Afghanistan Minta Suaka ke AS
Tapi itu bukan hanya Panama, Suarez menjelaskan dalam wawancara Fox News secara terpisah pada hari Selasa—bahwa kedua partai politik AS bisa berada di balik serangan udara terhadap Kuba.
"Sama seperti pemerintahan Bush dari Partai Republik menyingkirkan Noriega, Anda memiliki intervensi oleh presiden Demokrat yang menyingkirkan Osama bin Laden di Pakistan. Dan Presiden Clinton di Kosovo melakukan intervensi dalam masalah kemanusiaan dengan serangan udara. Jadi ada banyak, banyak peluang dalam sejarah," paparnya.
Komentar wali kota itu kemudian dipotong oleh pembawa ancara Fox News; Maria McCallum, yang tidak percaya, yang bertanya apakah dia benar-benar menyarankan serangan udara di Kuba. Suarez tidak memanfaatkan kesempatan untuk mundur, mengatakan kepadanya bahwa intervensi militer harus dilakukan.
Noriega merupakan sekutu AS yang kehilangan status favoritnya setelah terungkap bahwa dia juga telah memberikan data intelijen ke negara lain, termasuk Kuba, yang bertentangan dengan Washington.
Suarez berpendapat Panama telah menikmati demokrasi damai selama puluhan tahun sejak tersingkirnya Noriega. Namun, secara internasional, Panama memiliki reputasi yang dipertanyakan sebagai surga pajak bagi orang kaya, sebagaimana terungkap dalam paparan Panama Papers tahun 2018.
Baca juga: Takut Dihabisi Taliban, 20.000 Penerjemah Afghanistan Minta Suaka ke AS
Tapi itu bukan hanya Panama, Suarez menjelaskan dalam wawancara Fox News secara terpisah pada hari Selasa—bahwa kedua partai politik AS bisa berada di balik serangan udara terhadap Kuba.
"Sama seperti pemerintahan Bush dari Partai Republik menyingkirkan Noriega, Anda memiliki intervensi oleh presiden Demokrat yang menyingkirkan Osama bin Laden di Pakistan. Dan Presiden Clinton di Kosovo melakukan intervensi dalam masalah kemanusiaan dengan serangan udara. Jadi ada banyak, banyak peluang dalam sejarah," paparnya.
Komentar wali kota itu kemudian dipotong oleh pembawa ancara Fox News; Maria McCallum, yang tidak percaya, yang bertanya apakah dia benar-benar menyarankan serangan udara di Kuba. Suarez tidak memanfaatkan kesempatan untuk mundur, mengatakan kepadanya bahwa intervensi militer harus dilakukan.
Lihat Juga :