NASA Ajak Blue Origin dan GE Kembangkan Pesawat Antariksa Tenaga Nuklir

Rabu, 14 Juli 2021 - 15:01 WIB
Salah satu desain pesawat antariksa tenaga nuklir NASA. Foto/nasa
WASHINGTON - Energi nuklir telah kehilangan sejumlah pendukung di Bumi, namun langit adalah batasnya jika nuklir digunakan di antariksa.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memanfaatkan keahlian dari perusahaan luar angkasa Blue Origin milik Jeff Bezos, General Electric Hitachi Nuclear Energy, dan perusahaan lain untuk mengembangkan pesawat antariksa bertenaga nuklir yang dapat melakukan perjalanan lebih cepat dan lebih jauh.



Dengan pesawat antariksa tenaga nuklir itu, maka perjalanan ke planet Mars dan sekitarnya menjadi lebih cepat dibandingkan dengan roket saat ini.

Baca juga: Empat Warga Iran Dituduh Bersekongkol Culik Warga AS, Kanada, dan Inggris

“NASA dan Departemen Energi AS memberikan tiga kontrak senilai USD5 juta untuk menghasilkan konsep desain reaktor yang dapat digunakan untuk mengangkut orang dan kargo ke Mars atau mendorong misi ilmiah ke luar tata surya,” ungkap pernyataan NASA.

Baca juga: Selamatkan Polisi, Pasukan Komando Afghanistan Kocar-kacir Diserang Taliban

Kontraktor pertahanan Lockheed Martin Corp dan Aerojet Rocketdyne Holdings Inc, serta pembuat drone General Atomics dan BWX Technologies Inc, yang membuat komponen dan bahan bakar nuklir, termasuk di antara perusahaan yang terlibat dalam upaya tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!