Bangga Produk Dalam Negeri, Khamenei Disuntik Vaksin COVID Buatan Iran
Jum'at, 25 Juni 2021 - 22:01 WIB
Otorisasi darurat disetujui pekan lalu setelah negara itu, yang merupakan negara yang paling terpukul di Timur Tengah, menghadapi masalah dalam mengimpor cukup vaksin untuk seluruh populasi.
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Nama 60.000 Jamaah Haji yang Lolos Seleksi Hari Ini
Iran belum mempublikasikan data tentang kemanjuran vaksin, tetapi mengklaim orang yang mendapatkan suntikan vaksin buatan sendiri memiliki sekitar 85% kekebalan terhadap virus mematikan itu.
Para pejabat Iran mengatakan jumlah kematian akibat COVID-19 bertambah 115 orang dari hari ke hari Jumat, menjadikan total negara itu memiliki 83.588 kematian sejak pandemi muncul tahun lalu.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Sima Sadat Lari mengatakan, “Sebanyak 10.820 kasus baru yang dikonfirmasi terdaftar pada periode yang sama, sehingga totalnya menjadi 3.150.949.”
“Sekitar 1.397 orang tetap dirawat di rumah sakit karena virus,” papar dia.
Lari mengatakan, 3.219 pasien dalam kondisi serius, dan 2.809.595 orang telah pulih sejauh ini. Iran tetap menjadi salah satu negara yang paling terpukul di dunia akibat pandemi COVID-19.
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Nama 60.000 Jamaah Haji yang Lolos Seleksi Hari Ini
Iran belum mempublikasikan data tentang kemanjuran vaksin, tetapi mengklaim orang yang mendapatkan suntikan vaksin buatan sendiri memiliki sekitar 85% kekebalan terhadap virus mematikan itu.
Para pejabat Iran mengatakan jumlah kematian akibat COVID-19 bertambah 115 orang dari hari ke hari Jumat, menjadikan total negara itu memiliki 83.588 kematian sejak pandemi muncul tahun lalu.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Sima Sadat Lari mengatakan, “Sebanyak 10.820 kasus baru yang dikonfirmasi terdaftar pada periode yang sama, sehingga totalnya menjadi 3.150.949.”
“Sekitar 1.397 orang tetap dirawat di rumah sakit karena virus,” papar dia.
Lari mengatakan, 3.219 pasien dalam kondisi serius, dan 2.809.595 orang telah pulih sejauh ini. Iran tetap menjadi salah satu negara yang paling terpukul di dunia akibat pandemi COVID-19.
Lihat Juga :