Apple Daily, Surat Kabar Pro Demokrasi Terbesar di Hong Kong Tutup

Rabu, 23 Juni 2021 - 21:37 WIB
Surat kabar itu memuat ceritanya sendiri tentang serangan itu. Surat kabar pro demokrasi terbesar di Hong Kong itu mengatakan lima eksekutifnya ditangkap karena melanggar Pasal 29 Undang-undang Keamanan NasionalHong Kong yang kontroversial. Undang-undang tersebut melarang kolusi dengan negara asing atau dengan elemen eksternal untuk membahayakan keamanan nasional.

Seorang penasihat Jimmy Lai, miliarder Hong Kong dan pendiri Next Digital, menyebut serangan itu sebagai "serangan terang-terangan."

Undang-undang tersebut telah digunakan untuk menangkap lebih dari seratus tokoh pro-demokrasi sejak pertama kali diterapkan pada Juni tahun lalu. Penggerebekan hari Kamis tidak akan banyak mengurangi kekhawatiran banyak orang di kota tentang kebebasan dan masa depan mereka.

Baca juga: Museum Tiananmen Hong Kong Ditutup Tiga Hari Setelah Dibuka
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!