Perhimpunan Eropa: Jawab Tantangan Sustainability pada Industri Sawit Indonesia

Selasa, 08 Juni 2021 - 14:22 WIB
Narasumber utama, Togar Sitanggang, WaKa III GAPKI mengemukakan beberapa fakta perbandingan sumber-sumber minyak nabati beserta dampak lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan deforestasi, penyumbang polutan, penyerapan CO2 maupun produksi Oksigen.

Yang kerap harus dihadapi oleh pihak industri adalah banyaknya stigma negatif serta kampanye negatif yang dialamatkan kepada Sawit.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menegaskan sejak menjabat beliau menekankan pelaksanaan di lapangan peraturaan-peraturan yang ada dengan baik.

Contoh yang diberikan adalah saat terjadi kebakaran hutan di perkebunan, Sutarmidji membentuk Satgas kebakaran dan mendirikan menara pandang. Hasilnya kebakaran hutan menurun drastis.

Pemerintah daerah merasa terbantu oleh industri Sawit terutama dalam hal ekonomi dan juga penanggulangan kebakaran hutan.

Banyak lahan-lahan kawasan hutan yang sebenarnya sudah tidak berhutan dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Sukamara, Windu Subagio.

Menutup diskusi, Konjen RI di Frankfurt, Acep Somantri, menekankan pentingnya konsistensi dan sinergi kebijakan serta upaya bersama pemerintah, pengusaha dan masyarakat sipil untuk memajukan industri kelapa sawit yang berkelanjutan guna mendukung keberlangsungan pembangunan nasional dan pencapaian SDGs sesuai yang kita harapkan bersama demi kelangsungan industri dan generasi penerus kita.

Webinar ini juga dihadiri beberapa pejabat dan aparat pemerintah seperti Dubes RI untuk Austria (Darmansyah Jumala), KBRI London, KBRI Brussels, KBRI Wina, KJRI Frankfurt, KJRI Hamburg, serta perwakilan organisasi-organisasi lainnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!