Mantan Presiden Tunisia: Hamas Gerakan Nasional dan AS Harus Siap Negosiasi
Jum'at, 28 Mei 2021 - 17:01 WIB
Dia menambahkan, "Saya selalu mendukung Hamas karena itu adalah gerakan perlawanan nasional. Ketika saya menjadi presiden Tunisia, saya menerima Khaled Meshaal dan Ismail Haniyeh, sama sekali mengabaikan kemarahan duta besar AS pada pertemuan itu."
Baca juga: Untungkan Palestina, Raja Yordania Sambut AS Buka Lagi Konsulat di Yerusalem
Mantan presiden Tunisia itu menambahkan "beruntung" orang Eropa mulai memahami hal ini dan mencari jalan yang tepat untuk memulai dialog dengan Hamas.
Baca juga: Google Sarankan Keffiyeh Palestina sebagai Simbol Terorisme, Netizen Marah Besar
"Sekarang atau nanti, Amerika harus mengakui bahwa Hamas adalah gerakan perlawanan nasional. Pada akhirnya, Amerika membuang-buang waktu mereka karena pada akhirnya mereka harus berdialog dengan mereka yang memiliki kekuasaan di lapangan," tutur dia.
Baca juga: Untungkan Palestina, Raja Yordania Sambut AS Buka Lagi Konsulat di Yerusalem
Mantan presiden Tunisia itu menambahkan "beruntung" orang Eropa mulai memahami hal ini dan mencari jalan yang tepat untuk memulai dialog dengan Hamas.
Baca juga: Google Sarankan Keffiyeh Palestina sebagai Simbol Terorisme, Netizen Marah Besar
"Sekarang atau nanti, Amerika harus mengakui bahwa Hamas adalah gerakan perlawanan nasional. Pada akhirnya, Amerika membuang-buang waktu mereka karena pada akhirnya mereka harus berdialog dengan mereka yang memiliki kekuasaan di lapangan," tutur dia.
Lihat Juga :