Klaim Israel Sukses Besar Lumpuhkan Kekuatan Hamas Dianggap Bualan
Senin, 24 Mei 2021 - 13:29 WIB
Tetapi, Mkhaimer Abu Seada, seorang analis politik yang berbasis di Gaza, meragukan pencapaian Israel sebesar itu.
"Israel mengeklaim telah menghancurkan sekitar 100 kilometer terowongan di Gaza. Ini tidak dapat dipercaya, karena itu berarti sepertiga dari Gaza telah dihancurkan dan kami tahu bukan itu masalahnya," katanya.
"Yang rusak parah adalah infrastruktur Jalur Gaza, bukan kemampuan mereka untuk menembakkan roket," ujarnya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (24/5/2021).
Meskipun terlalu dini untuk memperkirakan kerusakan dari putaran permusuhan baru-baru ini, penghancuran beberapa bangunan tempat tinggal, jalan, sekolah, rumah sakit, dan kantor polisi akan merugikan Hamas miliaran dollar Amerika.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi kelompok perlawanan Palestina di Gaza untuk mengembalikan wilayah ke keadaan sebelum perang pecah.
Di masa lalu, mereka telah menunjukkan bahwa mereka mampu melakukannya. Pada tahun 2012, selama operasi "Pillar of Defence", Israel bertujuan untuk mengurangi kemampuan peluncuran roket Hamas. Saat itu, kelompok tersebut melakukan lebih dari 1.500 peluncuran roket selama delapan hari pertempuran.
Dua tahun kemudian, selama operasi "Protective Edge" Israel, Hamas mampu bertahan lebih lama dari gempuran IDF. Kelompok itu meluncurkan 4.500 roket, beberapa di antaranya mampu mencapai daerah terpencil di Israel.
Meskipun Israel kemudian berhasil menghancurkan sebagian besar infrastruktur kelompok tersebut dan menyebabkan kerusakan senilai miliaran dollar Amerika di Jalur Gaza, Hamas mampu menemukan kembali dirinya, muncul jauh lebih kuat dalam gelombang permusuhan saat ini.
Solusi Politik
"Israel mengeklaim telah menghancurkan sekitar 100 kilometer terowongan di Gaza. Ini tidak dapat dipercaya, karena itu berarti sepertiga dari Gaza telah dihancurkan dan kami tahu bukan itu masalahnya," katanya.
"Yang rusak parah adalah infrastruktur Jalur Gaza, bukan kemampuan mereka untuk menembakkan roket," ujarnya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (24/5/2021).
Meskipun terlalu dini untuk memperkirakan kerusakan dari putaran permusuhan baru-baru ini, penghancuran beberapa bangunan tempat tinggal, jalan, sekolah, rumah sakit, dan kantor polisi akan merugikan Hamas miliaran dollar Amerika.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi kelompok perlawanan Palestina di Gaza untuk mengembalikan wilayah ke keadaan sebelum perang pecah.
Di masa lalu, mereka telah menunjukkan bahwa mereka mampu melakukannya. Pada tahun 2012, selama operasi "Pillar of Defence", Israel bertujuan untuk mengurangi kemampuan peluncuran roket Hamas. Saat itu, kelompok tersebut melakukan lebih dari 1.500 peluncuran roket selama delapan hari pertempuran.
Dua tahun kemudian, selama operasi "Protective Edge" Israel, Hamas mampu bertahan lebih lama dari gempuran IDF. Kelompok itu meluncurkan 4.500 roket, beberapa di antaranya mampu mencapai daerah terpencil di Israel.
Meskipun Israel kemudian berhasil menghancurkan sebagian besar infrastruktur kelompok tersebut dan menyebabkan kerusakan senilai miliaran dollar Amerika di Jalur Gaza, Hamas mampu menemukan kembali dirinya, muncul jauh lebih kuat dalam gelombang permusuhan saat ini.
Solusi Politik
Lihat Juga :