Jenderal IDF: Komandan Al-Qassam Mohammed Deif yang Misterius dalam Pengawasan Israel

Selasa, 18 Mei 2021 - 15:40 WIB
Sementara itu, selama kunjungan di selatan Israel untuk penilaian situasi, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan bahwa Hamas telah "dibangkrutkan asetnya, dan doktrin pertempuran bawah tanahnya telah jatuh ke perut Bumi."

Dari dua petinggi Hamas yang disebutkan oleh Toledano, Deif dianggap bertanggung jawab oleh Israel karena secara pribadi mengatur banyak pemboman bunuh diri dan serangan lainnya sejak pertengahan 1990-an di mana lusinan bahkan ratusan orang Israel terbunuh. Dia telah lama berada di puncak daftar buronan Israel.

Baca juga: Bikin Pusing Israel, Inilah Daftar Komandan Militer Hamas

Dia terluka dalam beberapa upaya pembunuhan Israel. Salah satu istri dan dua anaknya tewas dalam upaya Israel untuk membunuhnya selama "Operation Protective Edge" di Gaza tahun 2014.

Deif dijuluki media setempat sebagai "kucing bernyawa sembilan" karena beberapa kali dilaporkan tewas oleh operasi militer Israel, namun faktanya masih hidup.

Sedangkan Yahya Sinwar adalah orang kedua setelah ketua politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, dalam hierarki kelompok itu. Dia menghabiskan beberapa dekade di penjara Israel setelah dihukum pada tahun 1989 karena melakukan penculikan dan eksekusi dua tentara Israel.

Dikenal oleh para interogator Israel sebagai "Jagal dari Khan Younis" karena eksekusi antusiasnya terhadap orang-orang Palestina yang diduga bekerja sama dengan Israel, Sinwar dibebaskan dari penjara sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan tentara Israel, Gilad Shalit, tahun 2011.

Dianggap sebagai tokoh garis keras di dalam kelompok Hamas, Sinwar terkenal karena peran utamanya dalam mendirikan sayap militer dan layanan keamanan Hamas; masing-masing Brigade Izzuddin Al-Qassam dan Majd.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!