Warga Palestina di Gaza: Setiap Saat Rumah Anda Mungkin Jadi Kuburan Anda

Kamis, 13 Mei 2021 - 23:03 WIB
Kekerasan di Jalur Gaza dan Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda di tengah tembakan roket dan serangan udara yang terus berlanjut. Foto/Ilustrasi
GAZA - Kekerasan di Jalur Gaza dan Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda di tengah tembakan roket dan serangan udara yang terus berlanjut, dan kerusuhan sipil di antara massa Yahudi dan Arab Israel.

Kematian terus meningkat, dengan sedikitnya 83 orang kini tewas di Gaza dan tujuh di Israel.



Seorang reporter BBC di Jalur Gaza mengatakan itu adalah "malam terpanjang dan tersulit sejak perang 2014". Israel mengatakan telah ditargetkan dengan 1.600 roket.

Israel sekarang sedang mempertimbangkan kemungkinan operasi darat di Gaza. Negara Zionis ini telah mengirim bala bantuan ke perbatasan Gaza.

Baca juga: Berpotensi Terjadi Kejahatan Perang, ICC Pantau Perang Sengit Hamas-Israel

Kekerasan terburuk sejak 2014 ini awalnya dipicu oleh ketegangan berminggu-minggu Israel-Palestina di Yerusalem Timur yang menyebabkan bentrokan di situs suci yang dihormati oleh Muslim dan Yahudi. Bentrokan ini ini berubah menjadi pertukaran tembakan roket Palestina yang tak henti-hentinya dan serangan udara Israel.

Ketakutan di antara warga sipil di kedua sisi mulai memakan korban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!