Kisah Gadis Cantik Dibunuh di Pakistan: Lamaran Ditolak, Pistol Menyalak

Sabtu, 08 Mei 2021 - 02:00 WIB
The Daily Mail melaporkan bahwa Mayra memutuskan untuk tinggal di Pakistan karena dia tidak ingin membayar £1.750 untuk dikarantina di Inggris setelah Pakistan dimasukkan dalam daftar merah COVID-19.

"Dia tidak ingin kembali dan membayar semua uang itu untuk karantina di Inggris, jadi dia memutuskan untuk tinggal di Lahore, tempat dia tinggal bersama neneknya," kata sumber keluarga korban.

“Dia marah karena terlalu banyak uang selama 10 hari di hotel kotor. Sebaliknya, dia pikir dia akan lebih bersenang-senang di Lahore dan bersenang-senang setelah menjalin pertemanan baru," imbuh sumber tersebut.

Sumber keluarga di Pakistan membantah beberapa laporan—termasuk dari BBC, yang mengutip dokumen hukum— dan mengatakan Mayra telah bertunangan dengan seorang pria dari Islamabad dan berencana untuk menikah tahun depan.

"Dia bertunangan dan menjalin hubungan yang stabil," kata sumber keluarga kepada TheDaily Mail.

“Itu adalah satu pria yang melecehkannya, dan kami tidak tahu mengapa. Mungkin karena dia berasal dari Inggris dan dia adalah gadis yang sangat cantik. Itu mungkin menjadi masalah status baginya," imbuh sumber tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Luar Negeri Persemakmuran dan Pembangunan mengatakan: “Kami mendukung keluarga seorang wanita Inggris yang meninggal di Pakistan dan segera mencari lebih banyak informasi dari pihak berwenang setempat."

"Pikiran kami bersama keluarga pada saat sulit ini," imbuh kantor tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!