Penipu Skema Ponzi Terbesar Dunia Bernard Madoff Meninggal di Penjara AS

Kamis, 15 April 2021 - 11:00 WIB
“Kami pikir dia adalah Tuhan. Kami mempercayai segalanya di tangannya," kata pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Elie Wiesel, yang yayasannya kehilangan USD15,2 juta, dalam wawancara 2009, seperti dikutip Reuters, Kamis (15/4/2021).

Beberapa korban kehilangan segalanya. Banyak yang berasal dari komunitas Yahudi, di mana Madoff pernah menjadi dermawan utama.

Kejahatan Madoff diungkapkan kepada pihak berwenang pada tahun 2008 oleh kedua putranya, yang bukan bagian dari skema.

Penipuan itu mengungkap lubang di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS, yang karena ketidakmampuan atau kelalaiannya merusak setengah lusin pemeriksaan.

"Ada beberapa kali saya bertemu dengan SEC dan berpikir, 'Mereka menangkap saya'," kata Madoff kepada pengacara dalam wawancara di penjara sebagaimana dikutip ABC News.

Madoff pernah menjadi pembuat pasar terbesar di Nasdaq, setelah menjabat sebagai ketua non-eksekutifnya.

Perusahaan pialangnya terletak di menara Midtown Manhattan yang dikenal sebagai Lipstick Building.

Karyawan di sana mengatakan bahwa mereka merasa seperti bagian dari keluarga Madoff. Mereka tidak tahu dia menjalankan penipuannya di lantai yang berbeda. Hanya sedikit yang tepercaya yang melakukannya.

Dalam skema Ponzi tipikal, uang dari investor baru digunakan untuk membayar jumlah yang terutang kepada investor sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!